Kirim Tim ke Lahore, Menlu: Sejauh Ini Belum Ada Korban WNI

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.514 Kali
Menlu Retno Marsudi menjawab wartawan, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/3) siang

Menlu Retno Marsudi menjawab wartawan, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/3) siang

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait peristiwa serangan bom yang terjadi, di Taman Gulshan e Iqbal, dekat pusat Kota Lahore, Pakistan, di Istana Negara, Senin (28/3) pagi.  Aksi serangan bom tersebut terjadi pada Minggu (27/3) sore waktu setempat dan dilaporkan sedikitnya 65 orang tewas, dan 300 orang lainnya luka-luka.

Menlu menjelaskan, sejak peristiwa bom terjadi atau pukul 22.00 WIB pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan duta besar Indonesia yang ada di Islamabad, ibukota Pakistan, dan sejauh ini belum ada korban Warga Negara Indonesia (WNI).

“Yang saya laporkan kepada Presiden adalah satu bahwa tidak ada warga negara Indonesia sejauh ini yang diinformasikan menjadi korban. Kemudian yang kedua, kita pererat koordinasi kita dengan otoritas setempat, selain komunikasi di Islamabad, kita tambahkan lagi mengirim tim ke Lahore,” kata Menlu kepada wartawan di halaman Istana Negara, Senin (28/3) pagi.

Meski belum terkonfirmasi adanya korban WNI, menurut Menlu, hari Senin (28/3) ini, tim dari KBRI Islamabad juga telah berangkat ke Lahore untuk memastikan bahwa tidak ada korban, dan juga untuk mempererat koordinasi kita dengan otoritas setempat.

“Karena memang ada beberapa mahasiswa kita yang berada di Lahore.Komunikasi juga sudah kita lakukan dengan para wahasiswa, kelompok mahasiswa untuk memastikan apakah ada yang merasa kehialangan teman dan sebagainya,” jelas Menlu pada media.

Lebih jauh, Menlu memberikan nomor hotline yang bisa dihubungi oleh Warga Negara Indonesia, terkait serangan bom di Lahore, Pakistan, yaitu +922832012 dan +923458571989.

“Jadi hotline kapanpun bisa dihubungi dengan dua nomor tersebut,” pungkas Menlu. (FID/JAY/ES)

 

Berita Terbaru