Kominfo Sebut Keberhasilan Keketuaan ASEAN 2023 Tingkatkan Reputasi Indonesia

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 30 Agustus 2023
Kategori: Berita
Dibaca: 647 Kali

Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Kominfo, Hasyim Gautama menyerahkan apresiasi kepada kementerian/lembaga/pemda atas kinerjanya menggaungkan KTT ke-42 ASEAN, Selasa (29/08/2023), di Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Anggun)

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong mengatakan keberhasilan Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 akan berdampak pada peningkatan citra nasional dan reputasi negara (nation branding) Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menyukseskan perhelataan keketuaan Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN 2023.

Hal tersebut diungkapkan Usman dalam sambutan tertulisnya pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Media Sosial (Medsos) Pemerintah terkait KTT ke-43 ASEAN 2023, di Jakarta, Selasa (29/08/2023).

“Momentum [keketuaan ASEAN] ini tidak boleh dilewatkan begitu saja, kita harus terus berusaha untuk membangun nation branding yang baik di mata publik,” ujar Usman,

Usman mengungkapkan, berdasarkan Nation Brands Index 2021 Indonesia berada pada peringkat 62 dari 100 negara, atau naik 8 peringkat dari tahun sebelumnya.

“Indonesia telah berhasil meraih peningkatan sebesar 8 poin dari tahun sebelumnya dan sekaligus juga menunjukkan adanya peningkatan citra dan reputasi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Usman menekankan peran signifikan persepsi publik dalam meningkatkan citra nasional Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh insan pemerintah untuk memanfaatkan medsos sebagai salah satu saluran untuk membumikan narasi Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 sekaligus memengaruhi dan membentuk opini publik.

“Kekuatan media sosial dapat mempengaruhi opini publik bahkan kebijakan pemerintah. Sehingga saat ini media sosial menjadi salah satu kanal yang efektif dalam membangun persepsi dan opini publik,” ujarnya.

Usman meyakini, medsos dapat menjadi sarana yang efektif dalam menyebarluaskan informasi mengenai Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 termasuk penyelenggaraan KTT ke-43 ASEAN yang akan digelar pada 5-7 September mendatang. Keyakinan ini didasari oleh hasil survei Hootsuite dan We are Social pada 2023 yang menunjukkan 60 persen atau setara dengan 167 juta penduduk Indonesia menggunakan medsos sebagai sarana informasi dan komunikasi sehari-hari.

Lebih lanjut, Usman juga meminta insan kehumasan pemerintah untuk dapat menyajikan informasi mengenai keketuaan Indonesia dengan narasi yang sederhana dan mudah dipahmi oleh masyarakat.

“Informasi publik terkait Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 perlu dibumikan narasinya agar publik memahami dan tidak terjebak dengan disinformasi dan/atau misinformasi yang beredar di media sosial. Dengan demikian, upaya kita semua untuk membangun opini publik yang baik terkait Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 ini mampu membangun nation branding dan reputasi bangsa yang baik di mata masyarakat,” tandasnya.

Turut hadir sebagai pembicara pada bimtek ini yaitu Frisky Febriyan dan Desy Saputra dari Kantor Staf Presiden serta Edy Supangat yang merupakan visual and content creator dari Indonesiabaik. Acara juga diisi dengan pelatihan pembuatan konten untuk media sosial serta kunjungan atau site visit ke gedung Sekretariat ASEAN.

Pada kegiatan ini Kominfo juga memberikan apresiasi kepada kementerian/lembaga/pemerintah daerah atas kinerjanya menggaungkan penyelenggaraan KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Adapun penerima penghargaan adalah Kementerian Sekretariat Negara untuk kategori kementerian, Sekretariat Kabinet untuk kategori lembaga, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kategori pemerintah daerah. (UN)

Berita Terbaru