Komjen Budi Waseso Usul Perwira Polri Terlibat Narkoba Dipecat Saja

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 21.325 Kali
Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso menjawab wartawan, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9) sore

Kepala BNN Komjen (Pol) Budi Waseso menjawab wartawan, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9) sore

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (Pol) Budi Waseso mengusulkan kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Badrodin Haiti, agar melakukan tindakan tegas kepada perwira Polri yang terlibat masalah narkotika dan obat-obatan (narkoba).

“Terhadap pelaku ini akan dilakukan pemecatan dan proses hukum tetap dilaksanakan,” kata Buwas, panggilan akrab Budi Waseso kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/9) sore.

Mengenai hukuman terhadap bandar, mafia, Kepala BNN menjelaskan bahwa hal ini akan beda dan akan dilokalisir. “Akan diantisipasi agar tidak terjadi atau terbentuk jaringan baru,” kata Buwas.

Koordinasi K/L           

Pada awal keterangannya, Komjen (Pol) Budi Waseso mengemukakan, BNN akan berkoordinasi dengan seluruh komponen yang ada kaitannya dengan narkoba ini, termasuk pelibatan Kepolisian, yang dari TNI, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial.

Ia menyebutkan, nantinya akan dirumuskan sehingga nanti ada keputusan dari Presiden setiap kementerian terkait masalah narkoba berbuat apa dengan kegiatan apa.

Menurut Kepala BNN itu,  orang yang wajib direhabilitasi adalah korban atau pengguna. “Pengguna itu nantinya juga akan dipilah-pilah kembali. Pengguna yang baru nanti programnya beda, kemudian yang setahun dan seterusnya-seterusnya,” jelasnya.

Selain itu, nantinya juga akan disusun aturan yang memberikan perlakuan berbeda kepada pengedar yang sekaligus mereka juga pengguna sebagai pidana. Budi menyebutkan, ada wacana lapas (lembaga pemasyarakatan) untuk penyalahguna narkoba dipisahkan sehingga tidak tercampurkan dengan pidana-pidana yang lain.

Mengenai penjara khusus itu, Kepala BNN mengakui masih akan dikoordinasikan dengan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) karena hal itu menjadi kewenangan Menkumham.

Sementara itu mengenai produsen narkoba, Kepala BNN menjelaskan produsen berasal dari beberapa negara termasuk kelompok dari Nigeria yang jadi perhatian. “Jaringan dari Eropa makin mengecil dan kemungkinan akan beralih pergeseran tempat,” terangnya.

(EN/SLN/DID/AGG/ES)

Berita Terbaru