KTT G20 Sesi II: Kesehatan, di Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, 15 November 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 15 November 2022
Kategori: Sambutan
Dibaca: 308 Kali

Yang Mulia, saya nyatakan pertemuan sesi kedua kini dibuka kembali, semoga Yang Mulia dapat menikmati makan siang yang kami sajikan tadi. Sekarang kita mulai berdiskusi mengenai isu kesehatan.

Saya ingin mengawali dengan sambutan pembuka saya.

Para pemimpin dunia G20,
Dunia semakin pulih dari pandemi COVID-19. Namun, kita tidak boleh lengah. Darurat kesehatan berikutnya dapat muncul kapan saja. Kali ini dunia harus lebih siap. Kesiapsiagaan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian kita. G20 harus mengambil langkah-langkah nyata dan segera.

Pertama, arsitektur kesehatan global harus diperkuat. Kita perlu WHO (World Health and Organization) yang lebih kuat dan bertaring. Solidaritas dan keadilan harus menjadi ruh arsitektur kesehatan global. G20 telah berhasil membentuk pandemic fund. Ini harus diikuti dengan penambahan kontribusi pendanaan, agar berfungsi secara optimal.

Saya mengajak semua pihak berkontribusi. Indonesia telah memberikan komitmen 50 juta dolar. G20 harus ikut mengawal proses pembentukan traktat pandemi. Ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nasional, kawasan, dan global.

Kedua, negara berkembang harus diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak dapat dibiarkan. Negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan. Negara berkembang harus menjadi bagian rantai pasok kesehatan global, termasuk pusat manufaktur dan riset. Ini hanya bisa terjadi jika investasi industri kesehatan ditingkatkan, kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat, dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas.

Selain itu, TRIPS waiver harus diperluas pada semua solusi kesehatan, termasuk diagnostik dan terapeutik. WHO juga harus merealisasikan komitmennya terkait hub dan spokes solusi kesehatan.

Yang Mulia, dunia tidak boleh mengulang kesalahan saat pandemi COVID-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global. Never again harus menjadi mantra kita bersama. Saya menantikan pandangan dan kontribusi Yang Mulia bagi penguatan arsitektur kesehatan dunia.

Demikian pengantar dari saya. Terima kasih.

Yang Mulia, selanjutnya kita akan mulai dengan diskusi tertutup. Oleh karena itu, dengan hormat, saya mohon awak media untuk meninggalkan ruangan pertemuan. Terima kasih.

Sambutan Terbaru