Kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Nasional COVID-19, 10 Juni 2020, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Juni 2020
Kategori: Amanat/Arahan
Dibaca: 356 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian,
Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai Gugus Tugas di desa, RT maupun RW, dan juga seluruh tenaga medis dokter, perawat, relawan, dan juga personel Polri dan seluruh prajurit TNI yang telah bekerja keras tak kenal waktu dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian COVID-19. Tapi juga harus saya ingatkan bahwa tugas besar kita belum berakhir, ancaman COVID-19 masih ada, kondisi masih dinamis, ada daerah yang kasus barunya turun tapi juga ada daerah yang kasus barunya meningkat, ada daerah yang juga sudah nihil. Dan perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua, the second wave, jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan kepada kita semuanya.

Dan situasi seperti ini, akan kita hadapi terus sampai vaksin bisa ditemukan dan bisa kita pergunakan secara efektif. Karena kalau vaksinnya sudah ketemu, itu masih harus ada uji klinis, uji lapangan, kemudian juga masih harus diproduksi yang memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kita harus beradaptasi dengan COVID-19. Adaptasi kebiasaan baru dan beradaptasi itu bukan berarti kita menyerah apalagi kalah, ndak. Tapi kita harus mulai dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat produktif tapi juga aman dari penularan COVID-19.

Dan tatanan baru tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, merujuk pada data-data dan fakta-fakta lapangan, seperti tadi yang disampaikan oleh dr. Dewi. Datanya kita sekarang ada, komplet semuanya. Dan saya minta nanti kalau data-data sudah sebagus itu, setiap hari diberikan peringatan kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi atau kasusnya meningkat, atau kematiannya tertinggi sehingga semua daerah memiliki kewaspadaan yang sama dalam penanganan di lapangan. Kita juga telah menggunakan indikator-indikator yang lengkap berbasis saintifik sesuai dengan standar WHO untuk menganalisis data-data dari daerah.  Tadi juga sudah disampaikan oleh Prof. Wiku, oleh dr. Dewi, ada kabupaten zona hijau tanpa kasus, zona kuning daerah dengan risiko kecil, zona orange dengan risiko sedang, dan zona merah dengan risiko tinggi.

Bapak-Ibu sekalian dan Saudara-saudara yang saya hormati,
Pembukaan sebuah daerah menuju sebuah tatanan baru, masyarakat yang produktif dan aman COVID-19, perlu saya ingatkan, harus melalui tahapan-tahapan yang ketat, harus melalui tahapan-tahapan yang hati-hati. Jangan sampai ada kesalahan kita memutuskan sehingga terjadi kenaikan kasus di sebuah daerah karena tahapan-tahapan tidak kita kerjakan secara baik.

Yang pertama, perlu saya ingatkan, perlunya prakondisi yang ketat. Ini yang paling penting, sosialisasi kepada masyarakat itu harus masif sehingga bagaimana mengenai penggunaan masker, mengenai jaga jarak, mengenai cuci tangan, mengenai jangan masuk ke kerumunan/keramaian yang terlalu padat, saya kira kalau ini terus disampaikan kepada masyarakat diikuti tentu saja dengan simulasi-simulasi yang baik sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ada. Inilah prakondisi yang kita siapkan sehingga disiplin pakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, hindari kerumunan, tingkatkan imunitas, saya kira terus harus kita sampaikan kepada masyarakat. Saya juga sudah perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menghadirkan aparat di titik-titik keramaian di daerah, untuk mengingatkan warga agar disiplin, untuk mengingatkan warga agar mematuhi protokol kesehatan.

Yang kedua, yang berkaitan dengan penentuan waktu, ini penting sekali. Kapan timing-nya, ini penting sekali, ini harus tepat. Kalkulasinya, hitungan-hitungannya, berdasarkan data dan fakta lapangan yang ada. Jadi saya ingatkan juga kepada daerah, apabila sudah ingin memutuskan masuk ke normal baru, bicarakan dulu dengan Ketua Gugus Tugas, dengan Gugus Tugas. Datanya seperti apa, pergerakannya seperti apa, fakta-faktanya seperti apa, karena itu data di sini ada, saya lihat ada semuanya. Jadi lihat perkembangan data epidemiologi terutama angka R0 (R-naught) dan angka Rt. Perhatikan juga tingkat kepatuhan masyarakat, pastikan manajemen di daerah siap tidak (untuk) melaksanakan. Kemudian juga, hitung kesiapan daerah dalam, ini yang berkali-kali saya sampaikan, dalam pengujian yang masif, pelacakan yang agresif, kesiapan fasilitas kesehatan yang ada. Ini benar-benar semuanya harus kita hitung dan kita pastikan.

Kemudian yang ketigaprioritas. Tidak semua langsung kita buka, tidak. Sektor dan aktivitas apa yang dimulai dibuka secara bertahap, itu pun secara bertahap, tidak langsung dibuka 100 persen. Beberapa daerah sudah melakukan, dibuka dulu 50 persen, dibuka dulu separuh, saya kira contoh-contoh beberapa daerah yang sudah melakukan akan kita evaluasi dan sangat bagus. Sebagai contoh, kemarin persiapan dalam pembukaan tempat ibadah dengan protokol kesehatan saya lihat bagus, untuk sektor ekonomi, sektor dengan penularan COVID-19 yang rendah tapi memiliki dampak ekonomi yang tinggi itu didahulukan, dan terutama ini, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, industri manufaktur, sektor konstruksi, logistik, transportasi barang, sektor pertambangan, perminyakan, saya kira ini sudah disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas, agar hal ini menjadi catatan kita semuanya.

Kemudian yang keempat, saya ingin betul-betul diperkuat konsolidasi, koordinasi antara pusat dan daerah, provinsi, kabupaten, dan kota sampai tentu saja ke tingkat desa, RT, dan RW. Perkuat juga koordinasi di internal Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), ini penting sekali dan tentu saja yang lebih penting lagi, libatkan semua elemen masyarakat sehingga kita semuanya bergotong-royong, bersinergi, bekerja menyelesaikan persoalan besar ini.

Yang kelima, evaluasi secara rutin. Sekali lagi, meskipun misalnya sebuah daerah kasus barunya sudah menurun, hati-hati jangan sampai lengah. Karena sekali lagi, di lapangan itu masih sangat dinamis. Keberhasilan pengendalian COVID-19 ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan protokol kesehatan. Perlu saya ingatkan, jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, kenaikan kasus, maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali. Saya rasa tadi sudah dijelaskan secara baik oleh Ketua Gugus Tugas, oleh Prof. Wiku, oleh dr. Dewi, hal-hal yang perlu kita lakukan dari data-data yang ada. Saya kira kita harus semuanya optimis bahwa tantangan yang kita hadapi ini bisa kita kendalikan dengan baik, dengan harapan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selamat bertugas. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan Yang Mahakuasa selalu melindungi kita semuanya.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Amanat/Arahan Terbaru