Kunjungan Presiden Italia Bawa Kontrak Investasi 1,055 Miliar Dollar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 28.371 Kali
Presiden Jokowi dan Presiden Italia Sergio Mattarella menyampaikan pernyataan pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/11) sore

Presiden Jokowi dan Presiden Italia Sergio Mattarella menyampaikan pernyataan pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/11) sore

Ada hasil konkrit yang diraih Indonesia dalam kunjungan Presiden Republik Italia Sergio Mattarella yang membawa serta 30 pengusaha papan atas negara tersebut, ke Jakarta, Senin (9/11) sore.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, bahwa delegasi kedua negara membahas peningkatan hubungan bilateral terutama dalam bidang ekonomi. “Dalam kunjungan ini dibawa 30 orang pengusaha dari italia dengan nilai kontrak investasi 1,055 miliar dollar AS,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/11) sore

Menurut Presiden, kontrak investasi itu terdiri dari kerjasama baru di bidang energi, logistik, infrastruktur, otomotif, dan pariwisata.

“Saya gembira karena dalam pertemuan ini kita menandatangani kesepakatan bebas visa bagi pemegang paspor dinas WNI di Italia, dan juga kerjasama di bidang industri kulit, fashion, furnitur, serta pariwisata,” jelas Jokowi.

Sementara terkait kerjasama di bidang energi, menurut Presiden Jokowi, Indonesia dan Italia mencapai kesepakatan dalam industry CPO, yang pada akhir 2014 tercatat total perdagangan mencapai 4,01 miliar dollar AS.  Sementara investasi dari perusahaan Italia di Indonesia sebesar 63,02 juta dollar AS.

Selain itu, lanjut Presiden Jokowi, jumlah wisatawan mancanegara dari Italia yang datang ke tanah air mencapai 68.000 wisatawan.

Hal lain yang dibahas Pesiden Jokowi dengan Presiden Italia Sergio Mattarella adalah mengenai isu penting dunia, termasuk juga dialog antar agama.

Dalam pertemuan ini Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mendagri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.(FID/RAH/ES)

Berita Terbaru