Kunjungi Mako Marinir, Presiden Jokowi: Kemajemukan Kita Bisa Jadi Kekuatan Maha Dahsyat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 62.001 Kali
Presiden Jokowi digendong oleh (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi digendong oleh para prajurit Korps Marinir di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jumat (11/11). (Foto: Humas/Jay)

Selaku Panglima Tertinggi TNI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada para perwira dan prajurit marinir, untuk menjadi yang terdepan dalam menghadapi setiap kekuatan, yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagai tentara nasional, prajurit Korps Marinir harus menjadi kekuatan perekat kemajemukan dan pantang menyerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di hadapan prajurit Korps Marinir, di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta, Jumat (11/11) siang.

Di negara kita yang masyarakatnya majemuk, Presiden Jokowi ingin yang mayoritas itu melindungi minoritas, yang minoritas menghormati mayoritas, saling menghargai, dan saling menghormati.

“Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahysat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI,” tutur Presiden seraya menyebutkan, banyak bangsa yang harus menghadapi takdir sejarah terpecah belah, tercerai berai karena tidak mampu mengelola perbedaan dan menjaga kemajemukan.

“Bangsa Indonesia ingin selalu menikmati indahnya perdamaian, indahnya persaudaraan di tengah keberagaman,” tegas Presiden.

Presiden Jokowi menekankan kepada setiap prajurit TNI termasuk Korps Marinir, untuk selalu memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

“Selalu setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 serta menjaga Bhinneka Tunggal Ika, selalu membela ideologi negara dan Pancasila, tetaplah sebagai benteng dari bangsa dan negara Republik Indonesia,” pesan Presiden.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (DID/ES)

Berita Terbaru