Kurangi Buah Impor, Presiden Jokowi Dorong IPB Kembangkan Buah Lokal

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.498 Kali

Buah LokalPresiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung gagasan untuk mengembangkan buah lokal dan mengurangi buah impor. Untuk itu, Presiden mendorong Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat proyek percontohan pembudidayaan dan pengembangan buah lokal Nusantara.

“Dalam penelitian IPB, setidaknya ada 12 jenis buah lokal yang bisa menggantikan dominasi buah impor. Tanaman buah lokal ini bisa dikembangkan di berbagai daerah, yang masing-masing bisa berbeda satu sama lain,” kata Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menyampaikan hasil pertemuan antara Rektor IPB Herry Suhardiyanto dengan Presiden Jokowi, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/6).

Adapun buah-buah yang nantinya akan dibudidaya adalah jeruk, durian, pepaya, pisang, melon, semangka, manggis, nanas, alpukat, rambutan, dan salak. “Tanaman buah lokal ini bisa dikembangkan di berbagai daerah, yang masing-masing bisa berbeda satu sama lain,” kata Teten dalam siaran persnya Rabu (24/6) malam.

Teten menyebutkan, pengembangan buah lokal itu harus dilakukan dalam skala kebun, bukan skala rumah tangga. “Setiap kebun buah membutuhkan lahan antara 30 hingga 50 hektar,” terang Teten mengutip pertemuan Presiden Jokowi dengan Rektor IPB itu.

Kalau program ini dilaksanakan secara masif, Rektor IPB meyakini pada tahun 2025 Indonesia bisa  menjadi produsen buah tropika terbesar di Asia.

Untuk itu, Presiden menyanggupi untuk mendorong setiap pemerintah daerah berlomba mengembangkan buah lokal ini.  Sementara Rektor IPB menyatakan siap untuk menyediakan bibit dan teknologinya.

Festival Bunga Dan Buah

Rektor IPB Herry Suhardiyanto menjelaskan, program pengembangan buah lokal itu akan melibatkan petani buah. Ia berharap ada konsolidasi yang baik, sehingga produksi buah nasional meningkat dan mampu bersaing dengan buah impor.

Sebagai permulaan, kata Herry, pemerintah akan memanfaatkan acara festival bunga dan buah di Bogor, 16-18 Oktober nanti. “Festival bunga dan buah ini akan menjadi jembatan antara penyandang dana dengan pelaku usaha budidaya buah,” papar Herry seraya berharap Presiden Jokowi berkenan hadir dalam festival itu.

Herry berharap acara Festival Bunga dan Buah itu akan berjalan sesuai harapan, yakni membawa dampak pada produksi buah lokal untuk menyaingi buah impor. (ES)

 

 

 

Berita Terbaru