Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri Nasional

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 15 Januari 2026
Kategori: Berita
Dibaca: 86 Kali
Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya peran riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan industri berbasis sains dan teknologi. Presiden menegaskan bahwa di era saat ini salah satu pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melahirkan inovasi dan terobosan nyata.

“Bapak Presiden meminta riset-riset dan inovasi untuk membangun industri dan mengangkat pendapatan negara. Jadi tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa di era dulu perjuangan bangsa kita para pahlawan negara itu adalah orang-orang yang bisa melawan penjajah, membela rakyat dari penjajahan. Nah saat ini pahlawan-pahlawan ini adalah orang-orang yang bisa melakukan inovasi-inovasi, melakukan terobosan-terobosan sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara,” ucap Mendiktisaintek.

“Dan karenanya marilah kita menjaga kekompakan, persatuan, sehingga riset dan teknologi ini bisa terus didorong, penguasaan sains dan teknologi itu terus berlangsung,” lanjutnya.

Selain itu, dalam arahannya, Presiden turut menekankan pentingnya sinergi antara riset, teknologi, dan industri nasional agar penguasaan saintek dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian bangsa. “Riset dan teknologi berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” ujarnya

Dalam hal ini, Presiden berharap para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi pahlawan bangsa melalui penciptaan terobosan industri berbasis sains dan teknologi. “Pada akhirnya bisa menciptakan industri-industri besar di Indonesia, bisa mengangkat pendapatan yang akan masuk ke dalam negara kita,” kata Brian.

Pada taklimat tersebut, Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan SDM unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi. Menurut Presiden, momentum tersebut merupakan kesempatan besar bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Ini sekali lagi perguruan tinggi harus memegang peran yang penting, harus mengambil peran yang signifikan. Ini saatnya perguruan tinggi bisa berkontribusi bagi negara dalam bentuk menghasilkan SDM unggul dan juga riset, serta inovasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, menurut Brian, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi hingga Rp4 triliun. “Jadi itu adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan,” tandasnya.

Dengan dorongan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan visinya bahwa Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam mengolahnya melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa. (BPMI Setpres)

Berita Terbaru