Lakukan ‘Groundbreaking’, Presiden Jokowi Minta Pembangunan Pelabuhan Sibolga Selesai 2017

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Agustus 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 19.679 Kali

 

Presiden Jokowi Memberikan Sambutan pada Groundbreaking Perluasan Pelabuhan Sambas Sibolga, Sabtu (20/8) pagi, di Sibolga, Sumatera Utara. (Foto: Humas)

Presiden Jokowi Memberikan Sambutan pada Groundbreaking Perluasan Pelabuhan Sambas Sibolga, Sabtu (20/8) pagi, di Sibolga, Sumatera Utara. (Foto: Humas)

Menginjak hari kedua kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kegiatannya melakukan groundbreaking pengembangan pelabuhan Sambas Sibolga, Sabtu (20/8) pagi, di Pelabuhan Sambas, Kota Sibolga.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan, kedatangannya ke Sibolga sebagai tindak lanjut laporan Wali Kota Sibolga yang disampaikan saat Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Rakor TPID) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Saat itu, diberi kesempatan kepada semua wali kota/bupati untuk menyampaikan inflasi di daerahnya masing masing, tetapi yang disampaikan (Wali Kota Sibolga) bukan inflasi, tetapi mengenai Pelabuhan Sibolga,” kata Presiden disambut tepuk tangan undangan yang hadir.

Menurut Presiden, fokus pemerintah saat ini pada sektor infrastruktur dikarenakan Indonesia dinilainya tertinggal dari segi infrastruktur dibandingkan negara-negara tetangga, sehingga harga barang menjadi mahal, dibandingkan negara Singapura dan Malaysia misalnya.

“Biaya transportasi (naik) dua setengah lipat dari Singapura dan Malaysia, biaya logistik (naik) dua sampai dua setengah lipat dibandingkan Singapura dan Malaysia,” ungkapnya.

Presiden Jokowi mengatakan, Sibolga adalah pelabuhan tertua yang tidak pernah dikembangkan. Untuk itu dirinya memerintahkan kepada jajarannya untuk memeriksa kondisi pelabuhan ini dan ternyata bisa dikembangkan. Presiden meminta agar Pelabuhan Sambas Sibolga ini dapat beroperasi pada akhir tahun 2017z

“Terserah mau dikerjakan pagi, siang, malam, tapi 2017 akhir harus selesai,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden menjelaskan rencana selanjutnya setelah pengembangan pelabuhan Sambas Sibolga adalah pengembangan Terminal di Bandar Udara Ferdinan Lumban Tobing Sibolga pada tahun 2017.

“Tadi saya lihat, (bandara) ini perlu dibangun, langsung tadi begitu duduknya jejer dengan Menteri, mumpung saya ingat, bangun, insha Allah kalau ini (pelabuhan) selesai, saya kesini lagi” katanya.

Pada groundbreaking Pelabuhan Sambas Sibolga ini, Presiden berkesempatan menekan tombol sirine tanda pemancangan tiang pondasi dimulai.

Selanjutnya Presiden Jokowi didampingi dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Perhububungan Budi K. Sumadi, dan Direktur Pelindo I meninjau sekitar area pelabuhan.

Sementara itu, Direktur Pelindo I, Bambang Eka Cahyana sebelum acara menjelaskan, Pelabuhan Sambas merupakan pelabuhan terbesar di Pantai Barat Sumatera yang belum bisa dioptimalkan.

4 Klaster
Untuk itu Pelindo I memutuskan mengembangkan menjadi 4 klaster diantaranya untuk Kargo, penumpang, peti kemas dan curah cair. Alasan pengembangan pelabuhan Sambas karena Sibolga didukung oleh 11 kabupaten/kota dan di Nias ada 5 Kabupaten dengan total 1.100 penduduk. “Ini harus tersedia suatu pelabuhan sebagai gateway untuk melayani mereka,” kata Bambang.

Hasil perkebunan CPO dari Tapanuli Selatan dan Mandaling Natal diharapkan dapat diekspor dari Pelabuhan Sambas Sibolga. “Nanti ada terminal peti kemasnya,” tambahnya. (DAN/DEN/ES)

Berita Terbaru