Lantik 729 Perwira Remaja, Presiden Jokowi: Hilangkan Ego Sektoral, Selalu Berdiri Bersama Rakyat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 Juli 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 14.456 Kali
Presiden Jokowi saat melantik perwira remaja TNI/Polri yang telah lulus pendidikan menjadi Perwira Pertama Tahun 2017, di Halaman Istana Merdeka, Selasa (25/7). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi saat melantik perwira remaja TNI/Polri yang telah lulus pendidikan menjadi Perwira Pertama Tahun 2017, di Halaman Istana Merdeka, Selasa (25/7). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Inspektur Upacara dalam acara Prasetya Perwira TNI dan Polri atau upacara pelantikan Taruna dan Taruni Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian yang telah lulus pendidikan menjadi Perwira Pertama Tahun 2017, di Halaman Istana Merdeka, Selasa (25/7) pagi.

Dalam amanatnya, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, mengucapkan selamat kepada para Perwira Remaja lulusan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian Republik Indonesia yang telan dilantiknya. 

“Inilah awal perjalanan Saudara-saudara menjadi perwira yang setia, yang mengabdi pada bangsa dan pada negara, serta kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan, bahwa para Perwira Remaja itu adalah masa depan TNI dan Polri.  Dan di tangan merekalah, lanjut Presiden, yang akan membentuk dan menjalankan adaptasi dan reformasi institusi, agar TNI dan Polri dapat terus mengimbangi bahkan mendahului perkembangan tantangan modern dewasa ini.

“Tantangan-tantangan sifatnya multidimensi, yang tidak boleh kita biarkan jika kita ingin tetap menjaga keutuhan Negara kita, Indonesia. Jika kita ingin tetap menjaga keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden Jokowi.

Ia menunjuk contoh tantangan-tantangan multidimensi itu, seperti upaya-upaya pengeroposan nilai-nilai Pancasila, tindak kekerasan dan anarkisme, separatisme dan terorisme, meningkatnya peredaran narkoba, dan penyelundupan dan perdagangan ilegal.

Sementara di luar negeri, lanjut Presiden, isu-isu seperti kompetisi global, permasalahan perbatasan, konflik antar negara, konflik intra negara, peperangan asimetris, perebutan cadangan energi, perlombaan senjata oleh negara-negara yang berkekuatan militer maupun berkembangnya ISIS dan foreign terrorist fighters menjadi isu-isu yang memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia.

Dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, Presiden Jokowi mengingatkan TNI dan Polri agar selalu bersinergi, bergotong-royong untuk kepentingan merah putih.

“Hilangkan ego sektoral, tingkatkan jiwa korsa, serta soliditas dan solidaritas TNI dan Polri. Dan selalu berdiri bersama rakyat untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan,” pinta Presiden.

Kepala Negara juga menyinggung mengenai kemungkinan perubahan wajah Indonesia dengan generasi Y. Ia menyebutkan, mereka adalah generasi kreatif, generasi inovatif, generasi yang kebutuhan dan tuntutannya sangat berbeda dari generasi yang lalu. Dan kreativitas mereka itu, menurut Presiden, inovasi mereka itu akan mengubah cara kerja seluruh peri kehidupan bangsa, baik menyangkut pelayanan publik, menyangkut bisnis, dan lain lainnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara meminta agar TNI dan Polri juga harus dapat mengantisipasi perubahan tersebut dengan terus meningkatkan dan mengadaptasi standar layanan profesionalnya.

“Jadikan kritik sebagai masukan. Jadikan masukan sebagai sumber kekuatan untuk transformasi,” tutur Kepala Negara. Terakhir, Presiden Jokowi meminta agar seluruh Perwira Remaja untuk melaksanakan tugas, melaksanakan amanah, dan pelayanan secara profesional, proposional dan prosedural dengan menjunjung tinggi ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik profesi.

Acara Prasetya Perwira TNI dan Polri atau upacara pelantikan Taruna dan Taruni Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian itu dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menristek dan Dikti M. Nasir Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, KSAD Jenderal TNI Mulyono, dan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (FID/JAY/ES)

Berita Terbaru