Luncurkan Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat, Presiden Jokowi: Brebes Jadi Contoh

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 30.499 Kali
Presiden Jokowi meluncurkan program "Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat", di Kabupaten Brebes, Jateng, Senin (11/4) siang. (Foto: Agung/Humas)

Presiden Jokowi meluncurkan program “Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat”, di Kabupaten Brebes, Jateng, Senin (11/4) siang. (Foto: Agung/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi meluncurkan program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat, di Terminal Agrobisnis, desa Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4).  Program ini intinya adalah kerja gotong royong antara pemerintah pusat,  pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BUMN,  swasta dan juga masyarakat .

Dalam sambutannya Presiden Jokowi menjelaskan, program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat dilakukan karena selama ini kita biasanya bekerjanya sendiri-sendiri. Pemerintah daerah bekerja sendiri, pemerintah provinsi kerja sendiri, kerjanya bener,  pemerintah pusat program sendiri. “Ini tidak boleh, sekarang tidak boleh,” tegasnya.

Brebes sengaja dipilih menjadi percontohan pertama untuk kerja sinergi, kerja gotong-royong, karena lanjut Presiden, semua sudah tahu masalahnya, sudah tahun problemnya. “Bertahun- tahun ini harus selesai, harus rampung. Jangan  dipelihara masalah itu , diselesaikan. Kalau orang Jawa  Jangan diimbu, jangan diimbu itu apa?  Jangan dibiarkan, biar mateng sendiri gitu,” ungkapnya.

Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, berjanji akan terus memantau program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat, baik dengan intelijen, datang langsung, atau melalui utusan, karena begitu yang di Brebes ini berhasil, kerja semuanya, hasilnya kelihatan semuanya. Langsung semua kabupaten akan dikerjakan dengan cara yang sama.

“Ini menjadi contoh. Menjadi contoh untuk nantinya di kabupaten dan kota yang lain,” papar Presiden Jokowi.

Apakah gotong royong sinergi ini berhasil, setengah berhasil atau hampir berhasil? Presiden meyakini kalau bareng-bareng semuanya berhasil. “Kita harus optimistis,” tuturnya.

Ia menyebutkan,  masalahnya jelas. Ada masalah satu: ada masalah  tanah, masalah  sertifikat.  Yang kedua masalah modal. Yang ketiga, yang berkaitan dengan bibit. Yang keempat yang berkaitan dengan alat produksi, dan yang kelima yang berkaitan dengan pasca panen.

Tampak hadir dalam acara peluncuran program Sinergi Aksi Untuk Ekonmi Rakyat itu, antara lain : Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry M. Baldan. (DID/AGG/ES)

Berita Terbaru