Maju Cagub Jatim, Presiden Jokowi Belum Terima Surat Khofifah

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Januari 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 11.775 Kali
Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang. (Foto: Humas/Agung)

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang. (Foto: Humas/Agung)

Menanggapi adanya salah seorang menteri Kabinet Kerja, yaitu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang memutuskan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dirinya akan mengambil sikap setelah ada surat di meja kerjanya.

“Suratnya nanti sampai ke meja saya, nanti saya putuskan ya,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) siang.

Saat ditanya apakah sudah ada keputusan menyangkut Menteri Sosial, menurut Presiden, suratnya belum sampai ke meja dirinya.

Jangan Saling Cela
Terkait pelaksanaan pilkada serentak di 171 daerah itu sendiri, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa demokrasi di Indonesia harus mencerminkan karakter-karakter ke-Indonesiaan, yaitu karakter yang penuh kesantunan, tidak saling menjelekkan, dan tidak saling mencela.

“Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengimbau agar antar kandidat dalam pilkada jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan, apalagi memakai black campaign.

“Kampanye hitam, itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” tegas Kepala Negara.

Menurut Kepala Negara, antar kandidat sebaiknya saling adu prestasi, rekam jejak, ide, gagasan, program, dan rencana-rencana.

“Sekali lagi demokrasi kita harus mencerminkan karekter kita, karakter bangsa Indonesia yang ramah, sopan dan santun, penuh kesantunan, itu,” tuturnya. (FID/ES)

Berita Terbaru