Malam Ini, Presiden Jokowi Dan Presiden Obama Akan Bahas Kerjasama Ekonomi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 21.643 Kali
Menlu Retno Marsudi didampingi Dubes RI di AS Budi Bowoleksono menyampaikan agenda pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Obama, dalam keterangan pers di Washington DC, Minggu (25/10) malam

Menlu Retno Marsudi didampingi Dubes RI di AS Budi Bowoleksono menyampaikan agenda pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Obama, di Washington DC, Minggu (25/10) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) dipastikan akan diterima oleh Presiden Barack Obama, di ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, pada Senin (26/10) pagi waktu setempat atau malam WIB.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam keterangannya di Blair House, Washington DC, Minggu (25/10) malam waktu setempat mengatakan, ada 4 (empat) hal yang akan dibahas oleh Presiden Jokowi dan Presiden Barack Obama itu.

“Yang pertama mengenai Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia tapi pada saat yang sama Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar di dunia yang toleran, pluralis, dan sebagainya yang tidak dimiliki negara lain,” kata Menlu.

Yang kedua, lanjut Menlu,  soal ekonomi yang menekankan ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka yang siap meningkatkan bekerja sama ekonomi dengan AS dan dunia.

“Dengan ekonomi yang terbuka, menjadikan Indonesia lebih mudah bekerja sama dengan ekonomi negara manapun apalagi didukung dengan paket kebijakan yang akan sangat membantu Indonesia menyampaikan kepada dunia bahwa ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka,” terang Menlu Retno Marsudi.

Yang ketiga, menurut Menlu, adalah posisi Indonesia yang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara yang mencapai 12 miliar dollar AS pada 2014. “Angka itu sangat berarti (kenaikannya) dibandingkan dengan pada 2013 yang sebesar 8 miliar dolar AS,” ujarnya.

Yang keempat, lanjut Menlu, Presiden Jokowi dan Presiden Obama juga akan membahas mengenai isu climate change (perubahan iklim)  mengingat kedua negara merupakan pemimpin negara besar.

Goal-nya karena Indonesia adalah negara besar maka kita berharap bahwa pertemuan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan dunia,” kata Menlu. (UN/SI/ES)

 

Berita Terbaru