Marsdya Agus Supriatna Ingin TNI AU Segera Punya Radar Yang Bagus

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Januari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 174.595 Kali
Marsdya Agus Supriatna menjawab wartawan seusai pelantikannya sebagai KSAU oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1)

Marsdya Agus Supriatna menjawab wartawan seusai pelantikannya sebagai KSAU oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1)

Marsekal Madya (Marsdya) TNI Agus Supriatna yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1) siang, menyampaikan keinginannya agar TNI AU bisa memiliki radar yang lebih canggih.

Dengan radar yang bagus, kata Agus, TNI AU akan dapat segera tahu kalau ada pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia.

“Kalau kita mempunya radar di mana-mana, ya tidak akan ada yang masuk. Baru masuk sebentar saja sudah di force down oleh kita,” kata Agus Supriatna kepada wartawan beberapa setelah dilantik sebagai KSAU oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1) siang.

Terkait dengan kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, KSAU mengatakan, peran dari TNI-AU pertama kali dari Hercules yang bisa melihat ada sepuluh puing, kemudian dilaporkan ke Basarnas karena leading sectornya Basarnas yang akan menindaklanjuti.

KSAU berharap blackbox pesawat tersebut bisa segera ditemukan, sehingga bisa segera mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di cockpit pesawat nahas itu, termasuk apa yang dibicarakan oleh captain dan co-pilot bisa dianalisa.

Soal musibah pesawat AirAsia QZ8501 itu, KSAU Marsya Agus Supriatna mengingatkan pentingnya memiliki radar yang canggih untuk menghindari awan Cumulonimbus (Cb).

“Awan ini berbahaya, harus dihindari oleh pesawat apapun. Karena saya juga punya pengalaman masuk ke awan Cb, empat pesawat kita Skyhawk, satu hilang. Karena kita tidak punya radar, kalau kita punya radar pasti kita menghindar,” terang KSAU.

Peremajaan Alutsista

Dalam kesempatan itu, KSAU Marsdya Agus Supriatna juga mengemukakan, bahwa insyAllah TNI AU berencana mau mengganti F-5. Ia menyebutkan, selain itu, juga akan datang pesawat-pesawat helikopter, dan juga hercules dari Australia.

KSAU meminta bantuan media agar Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI AU semakin mutakhir. “Tidak bisa kalau hanya dari kita. Bantuan media sudah pasti, kalau media yang berbicara, pasti didukung oleh pemerintah juga,” ujarnya.

KSAU juga menambahkan tentang pentingnya pesawat angkut melihat begitu banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia. “Pada saat saya jadi Pangkoops juga ada kejadian Sinabung maupun banjir bandang di Manado, saya langsung gerakkan pesawat,” terangnya. (Humas Setkab/ES)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru