Masuki Masa Tenang Pilkada, Presiden Jokowi: Jangan Ada Ribut Sekecil Apapun

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Februari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 37.459 Kali
IMG_20170208_192815

Presiden Jokowi melayani permintaan warga untuk berfoto saat menyerahkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT), di Rumah Tiga, Kelurahan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Rabu (8/2) siang. (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap  agar jangan ada yang membuat keributan sekecil apapun pada saat masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, pada 12-14 Februari mendatang. “Jangan ada ribut sekecil apapun di hari tenang,” kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan usai blusukan di Maluku City Mall, di Ambon, Maluku, Rabu (8/2)  malam.

Presiden mengingatkan, bahwa hari tenang menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 15 Februari mendatang harus dimaknai oleh semua pihak sebagai masa-masa untuk menahan diri dari percikan keributan sekecil apapun.

“Ya yang namanya hari tenang semuanya harus tenang, jangan sampai lah ada percikan ribut-ribut sekecil apapun. Namanya saja hari tenang, ya semuanya harus tenang,” tutur Presiden.

Kalau pun ada aksi yang dihembuskan dengan dalih di luar isu Pilkada, Presiden tetap menegaskan bahwa ketenangan harus diciptakan di masa-masa yang memang telah dijadwalkan.

“Apapun, yang namanya hari tenang ya harus tenang,” tegas Presiden.

Sebagaimana diketahui Pilkada Serentak yang digelar di 101 daerah pada 15 Februari mendatang, terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Pilkada Serentak ini diikuti oleh 153 peserta, sebanyak 116 pasangan calon maju melalui jalur partai politik, dan 37 pasangan calon sisanya melalui calon perseorangan. Selain itu ada 20 daerah yang hanya diikuti satu pasangan calon atau calon tunggal. (AS/AGG/ES)

Berita Terbaru