Melalui Video Conference, Presiden Cek Penanganan Pengungsi Sinabung dan Banjir Aceh

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 44.302 Kali
Presiden Jokowi saat melakukan video conference dengan pengungsi Sinabung dan banjir Aceh, di Istana Negara, Jumat (7/11)

Presiden Jokowi saat melakukan video conference dengan pengungsi Sinabung dan banjir Aceh, di Istana Negara, Jumat (7/11)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Mensesneg Pratikno dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/11) sore, melakukan videoconference dengan para korban erupsi Gunung Sinabung dan korban banjir di Aceh.

Pada saat melakukan videoconference dengan para pengungsi Sinabung, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), Presiden Jokowi menanyakan akses jalan menuju relokasi itu apakah sudah dimulai atau belum. Para pengungsi langsung menjawab, bahwa pembangunan akses jalan telah dimulai setelah ada instruksi dari Presiden kepada KSAD dan para anggota TNI.

“Kami sungguh-sungguh terimakasih sekali Bapak Presiden,” ucap salah satu pengungsi yang mewakili daerah pengungsian Sipitung.

Warga Sinabung mengeluh sudah 5 bulan tidak dapat apa-apa, dan mohon mendapat sembako di Berastepu, Simpang Tiga, dimana ada 160KK pengungsi. Presiden berjanji, besok akan langsung mengirimkan sembako dan uang sejumlah Rp 500 ribu untuk setiap masing-masing KK di posko tersebut.

Selanjutnya Presiden Jokowi bertanya kepada para pengungsi korban banjir di Kutacane dan Meulaboh, Aceh Barat. Para pengungsi menjawab, bahwa banjir yang terjadi sekarang seperti tsunami. Banjir sampai setinggi 3 (tiga) meter ada ratusa Kepala Keluarga (KK) mengungsi. Saat ini banjir sudah mulai surut, dan warga mulai membersihkan rumahnya masing-masing.

Di wilayah ini terdapat 28 desa yang tersebar dan terkena dampak langsung banjir. Para pengungsi mengeluhkan bantuan yang datang baru berupa beberapa kardus mie instan, beras dan telur. Sedangkan untuk ke depannya mereka masih tidak tahu apakah bantuan akan datang lagi atau tidak.

Para pengungsi ini sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk memberikan bantuan bahan sembako, bibit tanaman karena bibit tanaman padi yang telah mereka tanam juga telah musnah diterjang banjir, pencegahan resiko bencana dan puskesmas, karena di wilayah ini ada satu korban balita yang meninggal karena kedinginan.

“Besok dikirim sembakonya ke desa Pasi Aceh Baru, saya kirim besok, segera saya kirim untuk seluruh KK,” jawab Presiden Joko Widodo.

Pada saat yang bersamaan, Presiden langsung berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, yang disampaikan   bahwa BNPB telah menyalurkan bantuan Rp 1,4 miliar yang telah disalurkan melalui pemerintah daerah Aceh. Bantuan perahu karet juga akan segera dikirimkan untuk wilayah Aceh ini.

Sedangkan untuk para pengungsi erupsi Gunung Sinabung sendiri, BNPB menyatakan bahwa hanya 3 desa yang terdampak langsung wilayah yang akan direlokasi, sedangkan sisanya tidak akan akan direlokasi bukan semua desa.

“Yang banjir yang Aceh yang butuh perahu dan yang lain-lainnya nanti tolong segera dikirim Pak, yang lain-lainnya sembako urusan saya,” kata Presiden. (Humas Setkab/ES)

 

 

Berita Terbaru