Menerima Bapak Zulkifli Hasan, 14 Oktober 2019, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Oktober 2019
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 70 Kali

Zulkifli Hasan
Ya pertama tentunya suatu kehormatan bagi saya dan Partai Amanat Nasional.

Saya tadi juga menyampaikan penghargaan, terima kasih, apresiasi kepada Bapak Presiden, parlemen sekarang dibanding yang dulu. Dulu kita satu tahun enggak bekerja, sekarang hari pertama-hari kedua sudah bekerja. DPR-nya tertib, lancar, enggak ada voting-votingan, kemudian MPR-nya juga lancar, guyub. Sehingga teman-teman kalau ke parlemen sekarang coba lihat, ya Pak Presiden, di MPR itu enggak ada lagi tuh koalisi. Satu, sama. Mulai dari PDI Perjuangan sampai PPP. Sekarang Ragab, Ragab itu rapat gabungan sama semua, semua musyawarah.

Tentu ini karena peran Bapak Presiden, yang kemarin itu semua yang lolos pemilu dirangkul. Mulai yang besar, mulai yang kecil. Waktu kami bagi tugas, Bapak Presiden, ini siapa ini siapa, enggak ada yang berebut. Saya mengatakan, saya terakhir saja, mana yang sudah milih kalau enggak ada yang milih bidang-bidang baru kasih saya. Sampai begitu kita. Jadi alhamdulillah suasana itu, nah itulah yang ingin kita hadirkan di Republik ini, di bawah beliau Presiden.

Tantangan kita besar, dunia, dan sebagainya. Kita untuk Indonesia, untuk Merah Putih pemerintah mesti sukses. Kan tujuan kita semua ini kan agar rakyat itu sejahtera. Agar kehidupan kita ini lebih baik lagi, agar demokrasi kita lebih baik lagi. Oleh karena itu, tadi kita, saya menyampaikan juga kepada Bapak Presiden kita bersama-sama untuk menyukseskan, agar sukses pemerintahan di masa mendatang.

Wartawan
Pak Zul kan sebelumnya PAN sempat ada di kabinet terus keluar, apakah sekarang ada pembahasan untuk kembali masuk ke kabinet?

Zulkifli Hasan
Itu enggak, enggak. Kita ngomong Merah Putih aja. Saya tahu diri, kalau itu hak penuhnya Pak Presiden.

Wartawan
Kalau diajak?

Zulkifli Hasan
Kita, saya mendukung agar Bapak Presiden nanti sukses membangun Indonesia.

Wartawan
Bentuk dukungan itu memungkinkan untuk berada di kabinet enggak, Pak?

Zulkifli Hasan
Kalau itu bukan hak kami. Ada/tidak itu di luar, kata Pak Prabowo itu kemarin, itu saya kutip, di luar tetap kita sukseskan Merah Putih.

Wartawan
Ada pembicaraan mengenai pertemuan Prabowo dengan Surya Paloh enggak, Pak?

Zulkifli Hasan
Memang ada sedikit tadi, bukan itu ya. Kita menyinggung soal bagaimana Indonesia masa depan, yang akan datang, lima puluh tahun, seratus tahun. Pak Presiden tadi tanya, karena saya mantan Ketua MPR, itu apa sebetulnya mengenai terbatas amendemen itu. Apakah nanti Presiden itu dimandataris MPR. Saya bilang enggak, itu cuma terbatas. Jadi amendemen yang sangat terbatas, sifatnya itu filosofis, ideologis, yang menggambarkan visi Indonesia sampai seratus tahun nanti kayak apa. Tapi sifatnya ideologis, filosofis, enggak teknis. Jadi tetap, pilih langsung, enggak ada perubahan apa-apa kecuali kita perlu agar tidak berubah-ubah. Bupati, gubernur, itu ada arahnya gitu. Arah yang jelas.

Saya kasih contoh tadi misalnya kita mau daulat pangan, maka nanti ada filosofinya, tanah itu ya harus untuk pertanian. Enggak boleh tanah sawah untuk perumahan. Misalnya lho. Tapi ini filosofisnya saja. Ideologisnya tidak teknis kalau di MPR itu.

Saya kira demikian.

Wartawan
Masih ada yang lain enggak, selain itu?

Zulkifli Hasan
Ya, saya ceritakan apa yang menjadi rekomendasi MPR yang terbatas itu. Yang lain-lain gimana nanti Pak Zul? Kalau nanti presiden dipilih…? Enggak ada, enggak ada. Terbatas.

Wartawan
Calon menteri yang diusulkan dari PAN?

Zulkifli Hasan
Aduh saya enggak berani membahas itu. Itu terserah Bapak.

Wartawan
PAN mendukung pemerintah?

Zulkifli Hasan
Ya segala keputusan nanti, undang-undang dan sebagainya, agar cepat bekerjanya, politik harus kuat, utuh, solid, sehingga kita bisa, Pak Presiden bisa kerja dengan tenang, dengan baik. Kita kan banyak tantangan sekarang ini: ekonomi dunia, situasi perang dagang antara ini, banyak lah hal lain.

Wartawan
Untuk pemerintahan Pak Jokowi-Ma’ruf secara praktiknya nanti PAN itu oposisi atau koalisi?

Zulkifli Hasan
Kita doakan dan dukung agar sukses.

Terima kasih ya.

Wartawan
Pembahasan dengan Pak Zul tadi dari sisi Pak Presiden?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya selama ini kan kita ini berbicara mengenai tantangan Indonesia ke depan, tantangan yang akan kita hadapi, baik dari sisi geopolitik, geoekonomi, dari sekarang ini tantangan eksternal ekonomi karena perlambatan ekonomi dunia yang semua negara sudah merasakan. Hal-hal seperti itu perlu dibicarakan dengan ketua-ketua partai sehingga kita memiliki visi yang sama bagaimana menghadapi. Kita tahu apa yang harus kita kerjakan.

Saya tadi bertanya mengenai amendemen ke beliau karena beliau kan mantan Ketua MPR sehingga yang sudah dipersiapkan kajian yang lalu seperti apa yang akan datang ini akan kira-kira seperti apa. Sekarang beliau kan juga masih di Wakil Ketua MPR.

Wartawan
Jadi kalau visinya sama akan masuk ke kabinet?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Belum sampai ke situ.

Wartawan
Kemarin kan ada pembicaraan soal koalisi Pak dengan Pak SBY, dengan Pak Prabowo. Hari ini tidak ada pembicaraan soal koalisi, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apanya?

Wartawan
Tadi barusan ketemu Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ada tapi belum sampai final, belum rampung. Ya pasti ada, ya namanya ketemu.

Wartawan
Opsi yang mau diambil sebagai, secara pribadi sebagai Presiden juga, terakhir ini banyak pimpinan parpol yang datang, masukan-masukan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya kita mau bertanya kepada partai, pada ketua partai, visi mereka terhadap tantangan-tantangan ke depan itu seperti apa baik di dalam negeri maupun tantangan eksternal. Di dalam negeri radikalisme seperti apa, setelah misalnya kejadian yang menimpa Pak Wiranto kemarin, apakah yang harus kita kerjakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Wartawan
Ini akan menjadi masukan buat Bapak nanti buat lima tahun nanti?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Saya ini dalam proses bertanya selain urusan yang berkaitan dengan koalisi. Ya.

Keterangan Pers Terbaru