Mengapa Kalimantan Terjadi Gempa?

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Maret 2015
Kategori: Opini
Dibaca: 18.674 Kali

Sutopo PurwoOleh: Sutopo Purwo Nugroho, Kapusdatin Humas BNPB

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melaporkan terjadi gempa 5,7 SR di 413 Km Timur Laut Kota  Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (25-2-2015) pukul 08.31  WIB. Pusat gempa di laut pada kedalaman 10 Km. Gempa tidak berpotensi  tsunami.

Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengonfirmasi dampak gempa ke BPBD Kaltara dan BPBD  Kota Tarakan. Gempa tidak dirasakan. Kejadian gempa bumi ini disebabkan  aktivitas sesar berarah barat daya – timurlaut antara Pulau Kalimantan  dan Filipina. Gempa seperti ini juga pernah terjadi pada 20-1-2015 gempa5,6 SR pada kedalaman 10 Km di 289 Km Timur Laut Kota Tarakan.

Selama ini kita tahunya Kalimantan adalah daerah yang aman dari gempa.  Namun mengapa juga terjadi gempa? Masyarakat Kalimantan beberapa kali  merasakan gempa. Berdasarkan peta zonasi gempa, wilayah di Kaltim dan  Kaltara termasuk dalam peta rawan gempa rendah. Ancaman gempa dari  megathrust Sulawesi Utara atau Sesar Palu Koro yang dapat berpengaruh  gempa di Kalimantan bagian Timur.

Gempa di daratan Kalimantan juga disebabkan gempa intraplate, yaitu  gempa yang terjadi di dalam lempeng itu sendiri, yakni di lempeng  Eurasia. Gempa ini mekanismenya berbeda dengan gempa interplate yang  dihasilkan dari tubrukan antarlempeng yang banyak terjadi di barat  Sumatera dan selatan Jawa. Mekanisme gempa intraplate pada dasarnya  belum banyak diketahui.

Sebagian hasil riset menunjukkan tiga kemungkinan penyebab gempa  intraplate. Pertama, adanya akumulasi tekanan lokal dan akibat  heterogenitas kerak benua –dalam kasus ini di Paparan Sunda. Kedua,  adanya zona lemah yang disebabkan proses-proses tektonik masa lalu.  Ketiga, adanya high heat flow, yang memunculkan akumulasi tekanan ke  sekitarnya. Gempa ini pernah terjadi seperti gempa 5,5 SR Kota di  Tarakan, Kaltim (12-11-2007), dan gempa 5,8 SR di Pulau Laut, Sebuku dan Batulicin Kalsel (5-2-2008).

Kita harus selalu waspada, bukan gempanya tapi bangunannya yang menimbulkan korban jiwa.

 

Opini Terbaru