Menhub Budi Karya Sumadi: Presiden Tugaskan Kemenhub lakukan Pemetaan Slot Penerbangan

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 27 Desember 2022
Kategori: Berita
Dibaca: 483 Kali

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ ruf Amin memimpin Rapat Terbatas Intern membahas Kebijakan Slot Penerbangan, Istana Merdeka Jakarta, Senin 26 Desember 2022.(Foto:Humas/Rah/Agg)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menyampaikan pihaknya diberi tugas oleh Presiden Jokowi untuk melakukan pemetaan berkaitan dengan slot time penerbangan, baik dalam maupun luar negeri.

Budi mengungkapkan sepanjang tahun 2022 ini penerbangan dalam negeri sudah mencapai 71 persen dibanding sebelum pandemi. Sementara untuk penerbangan luar negeri mencapai angka 33 persen.

“Nah, oleh karenanya kami ditugaskan untuk memberikan improvement bagi slot dalam negeri dan luar negeri,” ujar Menhub dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Kebijakan Slot Penerbangan, di Kantor Presiden, Senin (26/12/2022) siang.

Menhub menjelaskan sampai dengan saat ini tercatat 166 permintaan penambahan slot dari berbagai maskapai penerbangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun demikian, ia mengatakan terkait hal tersebut Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar kebijakan penambahan slot penerbangan dilakukan dengan hati-hati agar tetap produktif dan efisien.

“Bapak Presiden mengarahkan bahwa sekali pun permintaan itu banyak, lakukan dengan hati-hati karena satu sisi harus dilihat produktivitas dari pada konektivitas itu efisien atau tidak,” jelasnya.

Selain itu Budi menyatakan sesuai dengan arahan Bapak Presiden pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan dari bandara yang agar dapat melayani dengan baik.

“Tidak ada excess-excess yang terjadi karena keterlambatan, keterlambatan barang atau kepenuhan, dan sebagainya,” ucapnya.

Menutup keterangan persnya Menhub menambahkan mengingat permintaan slot di bandara internasional pada summer dan winter season 2023, maka pihaknya akan menertibkan dan menyeleksi mana penerbangan-penerbangan yang produktif dan tidak.

“Penerbangan produktif pasti akan kita berikan, akan tetapi kalau penerbangan itu tidak produktif Bapak Presiden menginstruksikan untuk tidak terlalu dilayani dulu,” pungkasnya. (MAY/DNS/ST)

Berita Terbaru