Menhub Minta Loket Penjualan Tiket di Bandara Diganti Dengan ‘Vending Machine’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 45.817 Kali

Tiket-Jual-750x422Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan meminta semua  operator maskapai penerbangan untuk  menyediakan mesin otomatis yang melayani tiket penerbangan darurat (go show).

“Ganti saja dengan mesin, seperti vending machine (mesin penjual otomatis),” kata Jonan dalam sambutannya pada peluncuran Sistem Pengurusan Izin Terbang Secara Online di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu  (11/2).

Disamping vending machine, menurut Menhub, maskapai juga bisa menempatkan satu orang staf yang bertugas memberikan pelayanan bagi penumpang (customer service), yang menghubungkan ke bagian penerbangan untuk tiket go show.

“Kalau PT KAI saja mampu investasi untuk itu, masa maskapai tidak mampu. Kalau maskapai tidak mampu investasi untuk itu, tutup saja,” tegas Jonan.

Menuhub menjelaskan, upaya penghapusan loket bandara efektif untuk menghilangkan praktik calo yang selama ini dikeluhkan oleh penumpang.

Ignasius Jonan mengancam apabila pengelola bandara, dalam hal ini Angkasa Pura I dan II tidak bisa membenahi loket penjualan tiket di bandara tersebut, maka tidak tertutup kemungkinan Jonan akan memutasi sejumlah pegawai AP.

‘’Kalau bandaranya kan nggak mungkin ditutup karena bandara harus tetap beroperasi. Tapi kalau orangnya kan bisa diganti. Ringkes,” ujar Jonan.

Menhub meyakini, dengan penghapusan loket bandara dan digantikan dengan mesin otomatis, transparansi masalah tiket penerbangan bisa terwujud.

Menurut Ignasius Jonan, industri penerbangan merupakan industri yang paling terdepan yang menjamin keselamatan transportasi.

“Saya ingin industri ini transparan, saya tidak mau ada airline yang tidak bayar pajak, bukunya double. Industri ini tidak boleh disembunyikan apapun juga karena kita semua bertanggung jawab keselamatan transportasi,” kata Menhub. (Humas Kemhub/ES)

Berita Terbaru