Menhub: Pembangunan LRT Palembang Selesai 2018, Jakarta Sesuai Rencana 2019

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Februari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 26.460 Kali
Menhub Budi K. Sumadi menjawab pertanyaan wartawan usai ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2). (Foto: Humas/Jay)

Menhub Budi K. Sumadi menjawab pertanyaan wartawan usai ratas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2). (Foto: Humas/Jay)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjamin pembangunan Light Rail Transit (LRT) di kota Palembang selesai pada 2018 mendatang, sementara untuk LRT Jakarta akan selesai sesuai rencana pada 2019.

“Selesai itu Palembang sebelum Asian Games (2018), yang Jakarta (selesai) 2019,” kata Budi menjawab wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/2) sore.

Menhub menolak pandangan jika penyelesaian LRT di Jakarta pada 2019 itu berarti tidak tepat waktu. Ia menegaskan, Jakarta tidak mundur, karena memang dari dulu direncanakan selesai pada 2019.

Yang membuat penyelesaian pembangunan LRT di Jakarta lebih lama, menurut Menhub, karena jalurnya lebih panjang, dan start-nya (mulai pembangunannya) juga lebih belakangan.

Saat ini, lanjut Menhub, progress pembangunan LRT di Palembang mencapai 35%, sementara di Jakarta mencapai 12%.

Mengenai pembebasan lahan, menurut Menhub, sampai hari ini tidak ada masalah.

Adapun mengenai kereta yang akan digunakan untuk LRT, Menhub Budi K. Sumadi mengatakan, untuk yang di Palembang dari INKA. “Terserah dia mau kerja sama dengan siapa,” ujarnya.

Sedangkan untuk yang di Jakarta, menurut Menhub, akan diberikan pada PT. KAI (Kereta Api Indonesia). “KAI tentunya akan ditender siapa yang dapat,” jelas Budi.

Sebelumnya pada pengantarnya dalam ratas mengenai perkembangan pembangunan LRT ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pembangunan LRT bisa selesai tepat waktu, yaitu tahun 2018, atau maju sedikit ke 2019. Hal ini karena pada 2018, Indonesia akan memiliki perhelatan olahraga berkelas internasional, Asian Games 2018 yang akan datang. (FID/ES)

Berita Terbaru