Menkes Pastikan WNI Yang Kerja di Liberia Negatif Ebola

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 November 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 49.578 Kali
Menkes Nila F. Moeloek

Menkes Nila F. Moeloek

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek memastikan, bahwa dua orang WNI yang baru pulang bekerja di Liberia, negara endemi virus mematikan ebola, dinyatakan negatif dari virus tersebut.

“Hasil terakhir tadi malam negatif. Tapi tetap kita harus antisipasi menjaganya,” kata Menkes kepada wartawan seusai sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/11) siang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) , MARS, DTM&H, DTCE mengemukakan, saat kembali dari pertemuan WHO di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, ia satu pesawat dengan 29 WNI yang baru kembali dari Liberia, negara endemi virus mematikan, Ebola.

“Saya naik pesawat dari Jenewa ke Abu Dhabi, transit 7 jam di Abu Dhabi, dan rupanya saat dari Abu Dhabi ke Jakarta, saya satu pesawat dengan seluruh WNI yang baru datang dari Liberia ini. Kami tiba di bandara Sukarno Hatta pada hari Minggu (26/10),” kata Prof Tjandra Yoga melalui surat elektroniknya, Sabtu (1/11).

Bahwa beberapa hari kemudian di antara ke-29 WNI itu, ada yang mengeluh demam di Madiun, Jarim, ada juga laporan dari Kediri hari ini, pasien yang baru pulang dari Liberia dan juga demam, Kabalitbang Kemenkes itu mengingatkan bahwa mereka belum tentu belum tentu ebola, mungkin saja malaria atau penyakit lain.

Tetapi, demi kewaspadaan dan kehati-hatian, menurut Prof. Tjandra, pasien yang demam itu dirawat isolasi, dan samplenya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes Kemenkes RI. Ia menegaskan, untuk mengetahui ada ebola atau tidak, hasilnya akan keluar paling lambat 48 jam sesudah nanti samplenya ia terima di Laboratoriumnya .

Hasil Laboratorium Negatif

Menkes Nila F. Moeloek mengemukakan, setelah dilakukan pemeriksaan kemudian diambil sampel darahnya untuk dicek 48 jam dengan BCL3, dan ternyata hasil kedua warga asal Madiun dan Kediri, jatim itu, ternyata negatif ebola.” Tetapi tetap ke depannya waspada,” tegas Menkes seraya menyebutkan, kedua itu kemungkinan terserang malaria mengingat keduanya pernah menderita penyakit tersebut.

Menkes menjeaskan, bahwa gejala ebola dapat dilihat, di antaranya panas tinggi, diare, dan muntah-muntah.

Meski demikian, Menkes mengimbau semua pihak tetap waspada. Pencegahan masuknya virus yang telah menyebabkan 5.000 orang meninggal di Afrika sudah dilakukan sebelum para TKI berangkat ke Indonesia dan ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Kita cegah di kantor karantina pelabuhan. Jadi kalau orang-orang yang datang dari daerah endemis, mereka di situ sebetulnya sudah diperiksa dua minggu,” jelas Nila. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru