Menko Kemaritiman: Pemerintah Tata Strategi Pengambilan Ikan Yang Dapat Bangun Industri

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Agustus 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 21.644 Kali
Menko Kemaritiman saat meresmikan PT Dua Putra Utama Makmur, Tbk, Juwana, Pati, Jawa Tengah, Rabu (10/8) siang. (Foto: Humas/Oji)

Menko Kemaritiman saat meresmikan PT Dua Putra Utama Makmur, Tbk, Juwana, Pati, Jawa Tengah, Rabu (10/8) siang. (Foto: Humas/Oji)

Dengan luas Indonesia yang didominasi wilayah kelautan hampir sebesar 70 persen, pembangunan maritim menjadi salah satu prioritas Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, seperti tertuang dalam visi misinya. Diprediksi ke depan, Indonesia akan lebih banyak hidup dari laut.

“Janji Presiden itu memang diwujudkan dan saya diperintahkan untuk segera melihat mengenai infrastruktur laut,” tegas Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam peresmian PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk., Juwana, Pati, Jawa Tengah, Rabu (10/8) siang.

Saat ini, lanjut Menko Kemaritiman, Pemerintah tengah membangun Tol Laut di sepanjang pantai Sumatera, supaya kapal-kapal bisa singgah dan angkutan-angkutan barang menjadi mudah.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada proteksi sumber daya laut, seperti Natuna dan daerah-daerah lain di Indonesia Timur. Selain itu, penambahan sekolah maritim juga akan dilakukan.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti pun, jelas Luhut, telah mengatur illegal fishing untuk menjaga sumber daya kelautan Indonesia.

“Indonesia sebagai negara maritim, sebagai poros besar maritim dunia, itu bisa kelihatan wujudnya. Tidak hanya slogan, tetapi terwujud dari produksinya tadi,” tambah Luhut.

Perhatian pada UKM
Dalam kesempatan ini, Menko Kemaritiman juga mengimbau agar PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk. memperhatikan penyuplai perusahaan, feeder-nya, yang dalam hal ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM).

“UKM-UKM ini menurut saya penting. Saya titip Pak Dirut supaya membangun UKM-UKM kecil tadi, supaya mereka juga bisa tumbuh. Ini sangat penting kita lakukan,” kata Luhut.

Pemerintah juga mulai menata strategi pengambilan ikan yang dapat membangun industri dalam negeri sehingga lebih mempunyai nilai tambah. Misalnya dengan mendorong pembangunan kapal dalam negeri; proses ikan dalam negeri, dan pembuatan pangan ternak dari ikan. Pemerintah juga mengingatkan agar pengambilan ikan tidak dilakukan secara berlebihan atau overfishing seperti waktu yang lalu.

Menko Kemaritiman mengajak PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk. ikut berinvestasi  mengembangkan tempat ikan dan pasar ikan di Natuna. Saat ini, Pemerintah mengupayakan aliran gas untuk aliran listrik sehingga cold storage tidak menjadi masalah.

Sebagai pengusaha baru, yang dikelola oleh anak-anak muda, Menko Kemaritiman mengimbau agar pengelola PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk. dalam hal ini Lima Pandawa, bisa fokus dan tetap disiplin.

“Jangan lupa disiplin, jangan lupa fighting spirit, jangan lupa tertib administrasi, jangan lupa manajemen ramping. Sehingga bisa sukses ke depan,” tegas Luhut.

Pemerintah berjanji akan membantu dan mempermudah percepatan pengembangan industri kelautan dan perikanan. Sepanjang tidak ada permasalahan dalam pembukuan perusahaan. Namun, pengembangannya juga harus melibatkan UKM.

“Berapa banyak UKM yang bisa dikembangkan, itu merupakan prestasi tersendiri,” pungkas Luhut.

Meski tidak dapat hadir langsung meresmikan PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk., Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap peresmian PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk. penting, karena melibatkan anak-anak muda.

Menko Kemaritiman mendorong agar Pandawa Lima bisa mendorong agar Pati dapat menjadi pusat industri perikanan. Acara ini dihadiri oleh Panglima Kodam, Kapolda Jawa Tengah, Bupati Pati, Komisaris Utama, serta Direktur Utama PT. Dua Putra Utama Makmur, Tbk.  (RMI/DID/ES)

Berita Terbaru