Menko Marves: Keadaan Global Tidak Menentu, Tidak Boleh Reaktif Harus Tenang

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Maret 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 346 Kali

Menko Marves menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3). (Foto: Humas/Jay)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B. Pandjaitan mengatakan bahwa semua kondisi sedang dikaji dengan cermat karena keadaan global yang sangat tidak menentu sehingga tidak boleh reaktif, harus tetap tenang.

”Dan tadi pagi saya bicara juga dengan beberapa teman di luar/luar negeri, mereka memang masih melihat ketidakpastian ini ya cukup ya harus hati-hati menghadapi. Dan mereka mengapresiasi bahwa Indonesia dalam penangangan Virus Korona ini cukup bagus, tidak ada kepanikan dan semua masih tenang,” kata Menko Marves menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3).

Kalau soal ekonomi, Menko Luhut semua negara terkena dampaknya, tetapi kemari Hyundai masih dijadwalkan akan groundbreaking April awal.

”Tadi Presiden setuju dilakukan groundbreaking. Ya mudah-mudahan dengan LG juga ikut untuk lithium baterai. Kemudian di Morowali kemarin masih groundbreaking untuk 1,5 miliar dolar untuk, kemudian 3, hampir 3 miliar dolar jadi hampir 4,5 miliar dolar,” imbuh Luhut.

Untuk realisasi investasi, Luhut menyampaikan masih lebih baik dari yang diduga jika mendengar paparan dari Kepala BKPM.

Soal stimulus fiskal, Menko Luhut menyampaikan perhitungannya juga harus hati-hati karena penerimaan pajak juga turun, tapi akibat dari insentif ini apa yang harus didapat sehingga jangan terjadi jomplang yang banyak.

Terkait stok bahan baku, Menko Marves menyampaikan bahwa saat ini industri di Tiongkok sudah mulai bekerja dan berharap nanti pada akhir bulan Maret akan full speed karena sekarang di Tiongkok sudah ada penurunan yang drastis dari adanya Covid-19 ini.

”Tapi yang kita masih takut tadi saya tanya teman, mereka masih memprediksi 8 bulan ke depan atau 9 bulan baru ada vaksinnya. Kalau benar itu kan memang masih harus hati-hati. Di New York saja kelihatan sudah sekarang cukup banyak yang terjangkit,” tambahnya.

Menurut Luhut, Stanford sekarang sudah libur, sehingga ada 300 juta anak sekolah sekarang di seluruh dunia saat ini sudah libur.

”Jadi kita juga saya titip, media jangan mengutip berita-berita yang tidak benar, sumbernya kan sudah ada, setiap hari 2 kali pernyataan terkait Virus Korona,” pungkas Menko Marves di akhir wawancara. (FID/EN)

Berita Terbaru