Menko Perekonomian Resmikan Pembangunan KEK Sei Mangkei

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 9 Juli 2013
Kategori: MP3EI
Dibaca: 8.046 Kali

Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa, Rabu (3/7), meresmikan dimulainya pembangunan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei serta proyek MP3EI di Sumatera Utara. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supanji.

Menurut Menko Perekonomian, KEK Sei Mangkei KEK yang dirancang untuk mengakomodasi lebih dari 200 unit industri berkelas dunia merupakan komponen strategis dari proram Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Proyek ini besar artinya bagi perwujudan daya saing bangsa Indonesia untuk melangkah ke masa depan.

“KEK Sei Mangke ini merupakan bagian strategis dari program MP3EI. Artinya bangsa ini siap melangkah ke depan,” ujar Menko Perekonomian.

Ditambahkan Menko Perekonomian, dengan keunggulan geografis yakni memiliki akses ke Selat Malaka, yang juga akan terintegrasi dengan kawasan Kuala Tanjung dan terkoneksi langsung dengan Global Hub Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei akan berkembang pesat dan menjadi simpul ekonomi dunia. Hadirnya KEK itu diharapkan agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungannya pada bahan baku impor dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Simpul Sei Mangkei ini akan terhubung dengan berbagai simpul lain sebuah integrasi ekonomi yang saling dukung satu sama lain. Simpul-simpul tersebut adalah Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, Bandara Kualanamu, irigasi Sei Ular, berbagai simpul pembangunan SDM IPTEK”, ujar Menko Perekonomian.

Sejumlah proyek yang diresmikan adalah pembangunan Dry Port dengan kapasitas  30.312-75.000 TEUS per tahun yang berfungsi sebagai pelayanan satu pintu QIC (quarantine, immigration, and custom) dengan nilai invetasi senilai Rp78 miliar, pembangunan Tank Farm(tangki timbun) sebanyak 2 unit dengan kapasitas masing-masing 5.000 ton minyak sawit, 2×3.000 untuk CKPO dengan nilai investasi Rp100 miliar, dan pembangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP) kapasitas 250 meter kubik perjam, dengan investasi Rp35 miliar. Pembangunan infrastruktur tersebut didanai oleh PTPN III selaku pembangun dan pengelola KEK Sei Mangkei dan diperkirakan akan dapat dioperasikan pada akhir tahun 2014.

 “20 tahun mendatang diperkirakan  nilai investasi di dalam kawasan KEK Sei Mangkei akan meningkat menjadi Rp 46 triliun, yang terdiri dari Rp 38 triliun untuk zona industri, Rp 5,5 triliun untuk zona logistik, dan Rp. 2,5 triliun untuk pengembangan kawasan dan zona pariwisata. Untuk mendukung investasi tersebut, Pemerintah mendukung dengan berinvestasi pada pengembangan infrastruktur wilayah sebesar Rp 2,7 trilliun” kata Hatta.

(Keasdepan Industri, UKM, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan)

MP3EI Terbaru