Menko PMK: Pulau Sebaru Kecil Siap Jadi Lokasi Observasi WNI ABK World Dream dan Diamond Princess

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Februari 2020
Kategori: Berita
Dibaca: 439 Kali

Menko PMK dan Kepala BNPB saat melakukan peninjauan di Pulau Sebaru Kecil, Jumat (28/2). (Foto: Humas Kemenko PMK)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan Pulau Sebaru Kecil telah siap untuk menjadi lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pesiar World Dream dan Diamond Princess.

“Semua tenaga kesehatan dan peralatan telah disiapkan dengan optimal. Semua tenaga TNI/Polri dan pendukung siap,” tutur Menko Muhadjir usai melakukan peninjauan di Pulau Sebaru Kecil, Jumat (28/2).

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan WNI dari dua kapal pesiar tersebut akan diobservasi terpisah dan secara teknis akan ada dua blok terpisah untuk masing-masing kelompok.

Pemerintah, kata Muhadjir, juga telah melengkapi ketersediaan fasilitas dan tenaga pendukung untuk masing-masing blok observasi.

“Nanti ada dua blok, ada blok dari World Dream dan ada blok dari Diamond Princess. Batas untuk kelompok tersebut dibuat jelas dan tidak akan terjadi kumpul di antara keduanya. Untuk teknis tentu saja sudah kita bahas, daya dukung dari TNI dan BNPB, dan back up kesehatan dari Sesditjen P2P Kemenkes,” lanjutnya.

Diketahui, para WNI ABK tersebut dievakuasi untuk observasi di Pulau Sebaru Kecil karena bekerja di atas kapal yang terdapat penumpang terinfeksi Covid-19 (virus korona).

Muhadjir menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bergantian, yang pertama akan datang di Pulau Sebaru Kecil adalah 188 WNI ABK Kapal World Dream dengan KRI DR Suharso-990 yang telah tiba di perairan Pulau Sebaru Kecil siang ini.

Kemudian 68 WNI ABK Kapal Diamond Princess yang saat ini ada di Yokohama, Jepang telah dilakukan penjemputan menggunakan pesawat udara dan akan tiba untuk melakukan observasi secepatnya.

Pemerintah dan semua pihak terkait akan terus bersiaga dan akan menyiapkan prosedur alternatif apabila kemungkinan terburuk terjadi dan disesuaikan dengan kondisi Pulau Sebaru Kecil.

“Kerja sama dan kehati-hatian untuk semua pihak sangat dibutuhkan agar proses ini dapat menyelamatkan ABK dan bangsa Indonesia,” pungkas Menko PMK.

Selain mengecek persiapan, Menko PMK turun langsung mengkoordinasikan proses evakuasi KRI dr Suharso-990 yang mengevakuasi 188 WNI ABK Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu untuk memulai tahapan observasi corona virus (Covid-19).

Kapal tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan berlabuh di sisi timur diantara Pulau Sebaru Kecil dan Pulau Pantara.

Proses evakuasi dari KRI dr Suharso-990 menuju Pulau Sebaru Kecil menggunakan Landing Craft Utility (LCU). Kapal LCU merupakan jenis kapal yang digunakan pasukan amfibi untuk mengangkut peralatan dan pasukan ke pantai atau dermaga. Kapal LCU diperkirakan dapat menganggkut 60 personel sekali perjalanan.

Muhadjir menyaksikan proses evakuasi dari Pulau Pantara hingga proses usai. Ia pun memastikan jalannya proses pemulangan WNI berjalan dengan lancar.

Turut serta mendampingi Menko PMK Kepala BNPB Doni Monardo, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Dody Usodo, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Yudo Margono, Sesditjen Kemenkes, dan Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Agus Suprapto. (Humas Kemenko PMK/EN)

Berita Terbaru