Menlu: Dua Draf Dokumen KTT LB Ke-5 OKI Siap Dibahas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Maret 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 15.851 Kali
Menlu menyampaikan keterangan pers (6/3). (Foto:Humas/Jay)

Menlu menyampaikan keterangan pers (6/3). (Foto:Humas/Jay)

Pertemuan pejabat tinggi atau Senior Official Meeting (SOM) serta pertemuan tingkat menteri peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung sejak Minggu (6/3) pagi sampai sore telah menyetujui dua draf dokumen yang akan dibahas pada Senin (7/3) besok.

“Yang dibahas dalam draf tersebut, pertama yaitu resolusi yang berisi prinsip-prinsip dasar. Kedua adalah Deklarasi Jakarta yang lebih berisikan hal-hal yang sifatnya konkret dan kebijakan kedepannya,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan persnya di media center, JCC, Jakarta, Minggu (6/3) sore usai memimpin pertemuan tingkat menteri.

Menlu yang didampingi oleh Ketua SOM Hasan Kleib, mengungkapkan dalam pertemuan yang dipimpinnya tersebut, para delegasi memperlihatkan solidaritas, komitmen, dan rasa persatuan dari negara-negara OKI untuk terus membantu perjuangan rakyat Palestina.

“Selama berlangsungnya negosisasi terlihat sangat jelas solidaritas, komitmen, dan rasa persatuan dari negara-negara anggota OKI untuk meneruskan membantu perjuangan rakyat Palestina,” ungkap Retno.

Lebih lanjut, Retno mengatakan bahwa dirinya belum dapat menyampaikan isi detail dari kedua draf dokumen tersebut karena merupakan hasil dari KTT. Ia menambahkan, jika ada masukan selama konferensi berlangsung, maka masukan-masukan tersebut lebih kepada upaya untuk memperkuat dokumen-dokumen tersebut.

Pernyataan Presiden Palestina

Menlu Retno P Marsudi mengatakan rangkaian KTT Luar Biasa ke-5 OKI ini dihadiri oleh 605 delegasi dari 57 negara serta diliput oleh 500 wartawan.

Menlu juga menyampaikan hari Senin (7/3), pertemuan akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Lebih lanjut, Menlu menyampaikan bahwa di dalam opening session besok untuk KTT acara akan terdiri dari statement oleh Mesir yang merupakan Ketua KTT ke-12 OKI dan akan dilanjutkan dengan statement dari Presiden Indonesia sebagai tuan rumah.

“Kemudian ada statement dari Presiden Palestina dan dilanjutkan dengan statement terakhir akan diberikan oleh Sekjen OKI,” pungkas Retno mengakhiri keterangan persnya. (FID/UN)

Berita Terbaru