Menlu: Indonesia Ingin Contoh Pendidikan Vokasi di Jerman

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 28.474 Kali
Menlu Retno Marsudi didampingi Dubes RI di Jerman, Fauzi Bowo, memberikan keterangan pers di Berlin, Jerman, Minggu (17/4) waktu setempat. (Foto: Deni/ Humas)

Menlu Retno Marsudi didampingi Dubes RI di Jerman, Fauzi Bowo, memberikan keterangan pers di Berlin, Jerman, Minggu (17/4). (Foto: Deni/ Humas)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L.P. Marsudi menjelaskan, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jerman, kali ini, dimaksudkan untuk memenuhi undangan Kanselir Jerman Angela Markel yang disampaikan saat keduanya bertemu di sela-sela KTT Group 20 (G-20), di Turki, tahun 2015 lalu. Selain itu, pemerintah juga akan mempelajari sistem pendidikan vokasi di Jermen yang memang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini.

Untuk itu, lanjut Retno, pada Senin (18/4) ini waktu setempat, selain dijadwalkan bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Markel dan Presiden Jerman Joachim gauck dua kali one on one meeting dan sekali business forum , Presiden Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke pusat pelatihan pendidikan vokasi di SiemensADT dan bertemu dengan masyarakat Indonesia yang menetap di Jerman.

Pendidikan Vokasi

Lebih lanjut Menlu Retno mengatakan pada kunjungan ke Jerman kali ini, pemerintah fokus pada kerjasama dibidang pendidikan vokasi, yang memang dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini.

“Sebagaimana teman teman ketahui bahwa di negara Jerman, sejak awal pendidikan sudah diarahkan apakah akan terus ke universitas atau apakah kemudian mengambil jalur vokasi, walaupun nanti di suatu titik vokasi ini bisa menyebrang ke universitas,” papar Retno kepada wartawan, di Berlin, Jerman, Minggu (17/4) malam waktu setempat.

Ia mengingatkan, di dalam kompetisi ASEAN Economic Community maka keahlian kita, kualfikasi kita di bidang-bidang tertentu harus kita tingkatkan. dan salah satunya adalah dengan memperkuat pendidikan vokasi.

Sementara Dubes Indonesia di Jerman, Fauzi Bowo, menambahkan, bahwa  bagi mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan selama 9 tahun dan ingin langsung bekerja, mereka diberikan kesempatan bekerja magang, menerima gaji dan dua hari dalam satu minggu mereka sekolah ketrampilan (sekolah vokasi).

“Ketrampilan generasi muda ini perlu kita tingkatkan dan ini yang menjadi andalan ekonomi indonesia ke depan. Sistem ini yang akan dicoba oleh Indonesia,” jelas Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo.

Menlu Retno berharap pendidikan vokasi ini juga untuk menjawab, mempersiapkan, mengkaderisasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Ia menyebutkan, dalam memperkuat vokasi ini pemerintah juga bermitra dengan swasta, salah keberhasilan Jerman adalah kemitraan dengan sektor swasta. (DNS/ES)

Berita Terbaru