Menlu RI dan Menlu Malaysia Sepakat Intensifkan Negosiasi Batas Maritim

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 26.045 Kali
Menlu Retno Marsudi berbincang dengan Menlu Malaysia Anifah Amman, di sela-sela KTT OKI, di Istambul, Turki, Selasa (12/4)

Menlu Retno Marsudi berbincang dengan Menlu Malaysia Sri Anifah Amman, di sela-sela KTT OKI, di Istambul, Turki, Selasa (12/4)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi, bertemu dengan Menlu Malaysia Sri Anifah Amman, di sela-sela pertemuan tingkat Menlu Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Selasa (12/4) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, kedua Menlu sepakat untuk mengintensifkan negosiasi perbatasan maritim antara RI dan Malaysia. Mereka juga sepakat mendorong Utusan Khusus kedua negara untuk mempercepat penyelesaian batas maritim.

“Penunjukkan Utusan Khusus diyakini akan mampu mempercepat upaya penyelesaian perbatasan maritim. Penyelesaian ini akan membantu mencegah insiden terkait nelayan dua negara,” bunyi siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Rabu (13/4).

Menlu Retno Marsudi dan Menlu Anifah Amman sama-sama meyakini, bahwa penyelesaian perbatasan maritim ini akan membantu mencegah insiden terkait nelayan dua negara.

Keamanan Bilateral

Selain membicarakan perbatasan maritim kedua negara, pertemuan antara Menlu Retno Marsudi dengan Menlu Malaysia Anifah Amman juga diwarnai dengan pembicaraan tentang pentingnya peningkatan keamanan di wilayah perairan ASEAN, termasuk di wilayah di mana sering terjadi penyanderaan.

“Keamanan wilayah perairan ini akan sangat berdampak pada pembangunan ekonomi ASEAN,” kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir,  Selasa (12/4).

Menlu Retno Marsudi berada di Istanbul, Turki, guna menghadiri Pertemuan Dewan Menteri Luar Negeri (Council of Foreign Ministers) OKI, pada 12-13 April 2016 sebagai persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI ke-13. Adapun KTT OKI ke-13 akan berlangsung pada 14-15 April 2016. Delegasi RI pada KTT tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Dit Infomes Kemlu/ES)

 

Berita Terbaru