Menlu: Selain Tingkatkan Dialog Pluralism, Denmark – RI Juga Tandatangani Kerjasama Energi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 22.185 Kali
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menerima kunjungan Putri Margrethe II dan Pangeran Consor dari Denmark, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10) siang

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menerima kunjungan Putri Margrethe II dan Pangeran Consor dari Denmark, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10) siang

Kunjungan Ratu Margrethe II dari Denmark yang didampingi Pangeran Consort merupakan kunjungan kenegaraan pertama yang dilakukan Kepala Negara Denmark setelah 65 tahun menjalin hubungan dengan Indonesia.

“Jadi sejak kita membuka hubungan diplomatik, ini pertama kalinya kunjungan kenegaraan mereka ke Indonesia. Dan  hari ini adalah one of the biggest, artinya adalah hari ini membawa banyak sekali pengusaha, total sebanyak 99, dan itu banyak sekali,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/10) siang.

Mengenai pembicaraan bilateral kedua negara dalam rangkaian pertemuan Ratu Denmark dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menlu Retno Marsudi mengatakan, ada 4 (empat) prioritas yang dibicarakan, yaitu kerjasama di bidang interfaith (antar agama), energi, maritim, dan pendidikan.

Mengenai interfaith dialog, menurut Menlu, karena Indonesia dinilai Indonesia merupakan negara muslim yang paling besar tetapi pada saat yang sama bisa berkembang menjadi negara yang besar secara demokratik.

Ditambahkan Menlu, bahwa Indonesia juga mengadopsi nilai-nilai toleransi dan pluralism dan mengembangkannya untuk negara lain,  untuk memberikan pemahaman penting dari value of tolerans pluralism dan sebagainya.

Menlu menjelaskan, dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia ini, Ratu Denmark Margrethe II juga akan berkunjung  ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Adapun di bidang energi, menurut Menlu, dibahas mengenai energi terbarukan dan energi yang efisien. Di bidang maritim dibahas pengembangan aqua culture, dan terakhir di bidang pendidikan membahas tentang kerjasama antar universitas.

Mengenai erjasama di bidang energi itu, Menlu menjelaskan, , proyek yang sudah ada adalah wind energy di Sumba. “Kita ingin mengembangkan renewble energy yang masuk efisiensi energy,” ujarnya.

Kerjama bidang maritim , menurut Retno, adalah masalah infrastrukturnya, konektivitasnya, sampai kepada pengembangan aqua culture dan juga upaya lain. “Jadi cakupannya luas sekali,” kata Retno. Yang keempat adalah masalah pendidikan karena kita sudah menjalankan kerjasama pendidikan dengan sangan cukup maju, dan sejauh ini sudah ada 14 kerjasama antar unversitas yang berlangsung di Indonesia dengan Denmark.

Selain itu, lanjut Menlu Retno Marsudi,  juga ada pembicaraan di masalah multirateral, dan saat pertemuan tadi Menlu sekali lagi meminta dukungan Denmark untuk mendukung keanggotaan tidak tetap Indonesia di PBB pada  tahun 2019.

“Indonesia dinilai penting oleh Denmark, tadi ada kata-kata menlu-nya bahwa kita ini besar, kita ini demokratis kemudian working force kita bagus dan juga tidak lupa bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara yang besar dengan jumlah penduduk 250 juta. Jadi kombinasi dari semua sisi itu yang kemudian Denmark melihat bahwa Indonesia negara yang penting di kawasan plus tentunya negara terbesar di Asean,” pungkas Retno. (FID/UN/RAH/ES)

 

Berita Terbaru