Menyelam Dengan KRI Nanggala, Seskab Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 26.399 Kali
Seskab Dipo Alam menerima Brevet Hiu Kencana dari KSAL Laksamana Marsetio, di dalam KRI Nanggala 2, Sabtu (18/10)

Seskab Dipo Alam menerima Brevet Hiu Kencana dari KSAL Laksamana Marsetio, di dalam KRI Nanggala 2, Sabtu (18/10)

Setelah menerima Wing Penerbang Kehormatan dari jajaran TNI-AU yang disematkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara, di Pangkalan Udara Sultan Hasanudin, Makasar, Selasa (14/10) lalu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam pada Sabtu (18/10) pagi menerima Brevet Kehormata Hiu Kencana, yang disematkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Dr. Marsetio, Markas Komando Armada Timur (Mako Armatim), Ujung, Surabaya.

Penyematan Brevet Hiu Kencana itu disampaikan KSAL Laksamana Dr. Prasetio kepada Seskab Dipo Alam bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Soetardjo, Menteri Perdagangan M. Lutfi, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, yang telah melakukan penyelaman sekitar 60 menit di Selat Madura, dengan menggunakan KRI Nanggala 402.

“Alhamdulillah, tidak seberat menerbangkan Sukhoi,” kata Seskab Dipo Alam seusai melakukan penyelaman di kedalaman 22 meter dengan kapal berbobot mati 1.300 ton buatan Jerman itu.

Seskab Dipo Alam yang didampingi istrinya Niniek Dipo Alam menyampaikan rasa syukurnya karena dalam waktu yang berdekatan ia telah  berhasil memperoleh Wing Penerbang Kehormatan dan Brevet Kehormatan. “Terima kasih atas dukungan seluruh pejabat dan pegawai Sekretariat Kabinet,” ujarnya.

Setelah melakukan penyelaman dengan KRI buatan tahun 1978 itu, Seskab berharap pemerintah segera melakukan modernisasi dan memperbanyak jumlah kapal selam yang ada. “Saat ini hanya ada beberapa kapal selam, sudah lama lagi. Kita membutuhkan setidakya 40 kapal selam untuk mengawal wilayah Nusantara yang sangat luas ini,” katanya.

Ia bersyukur pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilakukan program modernisasi dan memperbanyak alat utama sistem persenjataan (Alutsista), dan berharap pemerintahan mendatang melanjutkan program tersebut. (Humas Setkab/ES)

 

 

 

Berita Terbaru