Meski Tak Punya Musuh, Presiden SBY Minta TNI Harus Siap 24 Jam

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 35.489 Kali
Presiden SBY memberikan arahan kepada ribuan prajurit TNI, di Surabaya, Senin (6/10)

Presiden SBY memberikan arahan kepada ribuan prajurit TNI, di Surabaya, Senin (6/10)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Panglima Tertinggi (Pangti) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan, meskipun saat ini Indonesia tidak memiliki musuh karena pemerintah menjalan politik bebas aktif, tidak ada musuh tetapi sejuta kawan, prajurit TNI tetap harus siap 24 jam.

“TNI 24 jam harus siap mengemban tugas tanggap darurat bencana. Itu juga operasi militer selain perang. Menghadapi terorisme juga tugas TNI, demikian juga apabila ada gangguan di dalam negeri yang mengancam keamanan publik yang kepolisian kita tidak bisa melaksanakan sendiri, TNI harusnya juga memberikan bantuan,” kata Presiden SBY saat memberikan arahannya di hadapan 23.600 prajurit TNI di Darmaga Madura, Markas Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Timur (Armatim), Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/10) petang.

Dalam acara yang dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, Presiden SBY menegaskan, ancaman setiap saat bisa datang termasuk terorisme dan gangguan di dalam negeri. Oleh karena itu, Presiden SBY meminta segenap prajurit TNI untuk senantiasa siap.

Presiden SBY mengingatkan, TNI Angkatan Darat harus siap dan mampu serta memenangkan pertempuran di darat. Angkatan Laut harus siap mampu melakukan pertempuran di laut. Sementara Angkatan Udara juga harus siap, mampu, dan memenangkan pertempuran di udara.

Menurut Presiden SBY, selain tugas-tugas militer untuk perang,TNI  juga harus melaksanakan tugas-tugas militer selain perang misalnya melaksanakan perang untuk tugas pemeliharaan perdamaian. Untuk inilah, lanjut SBY, ribuan, puluhan ribu prajurit TNI dikirim setiap tahun ke luar negeri untuk memberikan pengalaman mengemban tugas internasional bersama tentara-tentara lain.

Ia menyebutkan, keterlibatan TNI dalam mengemban tugas internasional untuk pemeliharaan perdamaian dunia bisa dilaksanakan karena Alhamdulillah negara kita makin aman.

“Aceh tidak lagi membara, Papua bisa kita kontrol keamanannya, konflik komunal di Poso sudah selesai, di Ambon dan Maluku Utara sudah selesai, di Kalimantan sudah selesai, dengan demikian disamping tugas -tugas di dalam negeri kalian harus punya pengalaman internasional. Itulah sebabnya kita harus tingkatkan kontribusi kita pada tugas-tugas internasional,” tutur Presiden SBY.

Agar tugas-tugas itu dapat dicapai, lanjut Presiden SBY, maka postur militer harus ditingkatan, kemampuan prajurit baik pendidikan pelatihan dan kesiagaan ditingkatkan, sektor persenjataan etrutama Alutsista ditingkatkan, logistik ditingkatkan, anggaran ditingkatkan, infrastruktur ditingkatkan.

“Semua itu demi mengemban tugas pokok dan jangan lupa prajurit adalah manusia. Prajurit punya keluarga mereka juga manusia ingin mendapatkan kesejahteraan yang makin baik,” jelas SBY.

Bangga Kemajuan TNI

Dalam kesempatan itu, terkait dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)nya yang ke-69, menurut Presiden SBY, Tentara Nasional Indonesia akan melaporkan kepada rakyat Indonesia apa yang telah dilakukan selama 10 tahun terakhir ini, terutama di bawah kepemimpinan dirinya dan kepemimpinan para pimpinan jajaran TNI. Presiden meyakini, rakyat Indonesia, Insya Allah akan bangga atas kemajuan Tentara Nasional Indonesia.

Menurut Presiden SBY, pada puncak acara peringata Hari Ulang Tahun (HUT)nya yang ke-69, Selasa (7/10) besok, langit di atas Darmaga Madura itu akan hitam karena akan melintas lebih dari 200 pesawat terbang pesawat tempur kita utamanya dari angkatan udara, ditambah dari angkatan laut, dan angkatan darat, sayap tetap maupun sayap putar.

“Saya kira dalam sejarah Republik Indonesia sejak Indonesia merdeka, esok harilah kita akan berbangga bersyukur kepada Tuhan karena 200 lebih pesawat terbang menghiasi udara Surabaya,” ungkap Kepala Negara.

Selain itu, lanjut Presiden SBY, akan melintas juga di wilayah laut puluhan kapal perang yang akan mengawal dan menjaga wilayah lautan kita. Disamping mind battle, tank yang akan ikut defile, disamping arteleri mjarak sedang dan jarak jauh juga akan tampil.

Sebelum pengarahan, Presiden SBY melakukan penandatanganan prasasti peresmian Perguruan Tinggi Swasta sebagai Perguruan Tinggi Negeri dan Sampul Hari Pertama Perangko Seri TNI.

Perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Timor, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Institut Teknologi Sumatera, institut Teknologi Kalimantan, Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua, Institut Seni dan Budaya Indonesia Aceh, Institut Seni dan Budaya Indonesia Bandung, Universitas Singaperbangsa, Politeknik Negeri Cilacap, dan Politeknik Negeri Indramayu.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendikbud M.Nuh, Seskab Dipo Alam, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (PS/Ira/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru