Meskipun Ekonomi Tumbuh Sedikit, Presiden Jokowi: Ini Memberikan Rasa Optimistis

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 16.299 Kali
Presiden Jokowi berada di lokasi acara Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia Tahun 2016, di Plenary Hall, Jakarta  Convention (JCC), Jakarta, Rabu (9/11) siang.

Presiden Jokowi berada di lokasi acara Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia Tahun 2016, di Plenary Hall, Jakarta Convention (JCC), Jakarta, Rabu (9/11) siang. (Foto: Humas/Jay)

Meskipun pada triwulan III tahun 2016 ini ekonomi tumbuh 5,02 persen, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kita patut optimis bahwa meskipun naiknya sedikit-sedikit tetapi naik.

“Saya kira kita patut optimis bahwa meskipun naiknya sedikit-sedikit tetapi naik,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Indonesia Infrastructure Week dan Konstruksi Indonesia Tahun 2016, di Plenary Hall, Jakarta Convention (JCC), Jakarta, Rabu (9/11) siang.

Disampaikan Presiden, pada triwulan satu pertumbuhan ekonomi kita 4,94%, triwulan kedua pada posisi 5,18%, triwulan ketiga baru diumumkan dua hari lalu berada pada 5,02%. Diharapkan, nanti pada triwulan yang keempat, paling tidak bisa 5,1 sampai 5,2.

“Artinya ada kenaikan meskipun sedikit. Ini untuk memberikan rasa optimisme kita bahwa pertumbuhan ekonomi kita masih ada karena negara yang lain semuanya turun, turun, turun,” papar Presiden.

Rating Kemudahan Berusaha

Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa Ease of Doing Bussinnes atau Kemudahan Berusaha di Indonesia. 2 tahun yang lalu 120, kemudian masuk ke 109, kemudian pada tahun ini sudah masuk pada angka 91.

“Ini loncatan yang cukup besar tetapi juga, jangan ditepuki terlebih dahulu, karena target saya 40. Pada angka-angka 40,” tutur Presiden.

Menurut Presiden, dalam kemudahan berusha itu kita masih jauh di bawah Singapura, jauh di bawah Malaysia, Thailand. “Masih jauh, angka kita masih 91, Singapura nomor 2, Malaysia 23, Thailand 46. Inilah yang harus pekerjaan-pekerjaan yang harus kita kejar,” ujarnya.

Indonesia Infrastructure Week 2016 akan berlangsung pada tanggal 9-11 November 2016. Dengan tema bringing together Indonesia’s Infrastructure markets.

Sebelumnya Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya mengatakan, bahwa pemerintah menyambut baik acara Indonesi Infrastructure Week, karena dari segi perencanaan pembangunan Indonesia dalam 5 tahun ini membutuhkan dana yang sangat besar dan mengharapkan event ini bisa menarik investasi.

“Kita membutuhkan dana yang begitu besar untuk membangun infrastruktur, dan dengan keterbatasan dalam APBN dan APBD dan juga adanya juga keterbatasan modal dari BUMN, mau tidak mau kita harus mendorong peran swasta,” kata Bambang.

Dari acara ini, Bambang berharap peran swasta dalam dan luar negeri akan makin tinggi ke infrastruktur. Apalagi kalau melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dan kedepan praktis akan bergantung kepada kekuatan pertumbuhan dari investasi. Sehingga bisa mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Ia mengatakan, Kementerian PPN/Bappenas akan berupaya agar dari hulu dari segi perencanaan sudah memilah dari awal, mana proyek infrastruktur yang langsung harus dibiayai oleh APBN dan APBD. Terutama pada infrastruktur yang mendasar seperti jalan, irigasi, dan air minum. Tetapi tidak semuanya harus dengan APBN.

Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menkominfo Rudiantara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FID/ES)

 

Berita Terbaru