Minta Humas K/L Perkuat Sinergi, Staf Ahli Menkominfo: Banyak Yang Ingin Indonesia Jadi Negara Gagal

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Agustus 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 19.029 Kali
Staf Ahli Menkominfo, Henri Subiakto membuka acara Forum Tematik Bakohumas di Montigo Resort, Nongsa, Batam, Kepri, Rabu (2/8). (Foto: Humas/Eddy)

Staf Ahli Menkominfo, Henri Subiakto membuka acara Forum Tematik Bakohumas di Montigo Resort, Nongsa, Batam, Kepri, Rabu (2/8). (Foto: Humas/Eddy)

Staf Ahli Menteri Komunikasi (Menkominfo) Bidang Hukum Prof. R. Henri Subiakto, SH, MA. mengingakan para praktisi kehusaman di kementerian dan lembaga (K/L) untuk meningkatkan sinergi dalam menghadapi gencarnya serangan informasi-informasi palsu atau hoax, yang banyak dilakukan oleh agen-agen kepentingan asing yang menginginkan Indonesia menjadi negara gagal.

“Banyak yang berkepentingan Indonesia jangan maju karena kalau maju banyak kekuatan asing yang tidak memperoleh keuntungan,” kata Henri saat membuka Forum Tematik Bakohumas BP Batam bertema “Inovasi Pelayanan Publik Guna Mengakselerasi Batam Sebagai Kawasan Tujuan Investasi di Asia Pasifik”, di Montigo Resort, Nongsa, Batam, Kepri, Rabu (2/8) siang.

Kalau Indonesia terlalu maju, menurut Staf Ahli Menkominfo itu, dianggap tidak menguntungkan banyak negara lain. Sebab, kalau banyak investasi masuk, lawan politik pasti tidak senang, bukan karena presidennya Jokowi, tapi karena mereka ingin Indonesia menjadi negara gagal.

Menurut Henri, di era digital ini yang ingin mendiskreditkan negara/pemerintah itu banyak, dan itu terasa sekali di dunia digitial. Ia menyebutkan, banyak akun-akun yang menunjukkan kegagalan Indonesia.

“Hal yang logis karena Indonesia ini sangat besar, bukan hanya wilayahnya tapi juga ekonominya nomor 8 di dunia, dan akan nomor 5 pada 2025-an,” ujar Henri.

Karena itu, Staf Ahli Menkominfo itu mengingatkan pentingnya sinergi di antara insan-insan humas pemerintah dalam bahu-membahu mengatasi masalah tersebut. Ia menegaskan, tidak mungkin urusan tersebut dihadapi oleh satu instansi saja, tapi perlu kesatuan sinergi dari segenap insan humas pemerintah.

“Lawan buzzer-buzzer dengan fakta, jangan biarkan kebohongan dibenarkan hanya karena kita tidak menampilkan fakta yang sebenarnya,” kata Henri.

Henri juga mengingatkan perlunya humas K/L memperkuat sinergi dalam media sosial, karena banyak akun-akun yang terus-merus berusaha menunjukkan kegagalan Indonesia, termasuk pemerintah dan negaranya.

 “Indonesia ini sangat kuat, sangat teruji, tetapi kalau diadu domba, pemerintahnya didelegitimasi, maka bisa terjadi kegoncangan-kegoncangan. Ini peran Humas, peran komunikasi untuk mengcounter serangan itu,” jelas Henri.

Menurut Henri, banyak informasi-informasi hoaks yang kini banyak dianggap kebenaran. Sementara umas seringkali tertinggal berperan dalam berkomunikasi. Untuk itu, ia mendorong insan-insan perhumasan pemerintah bersinergi mengatasi upaya-upaya tersebut, dengan lebih sering berkomunikasi dan menyampaikan informasi-informasi yang faktual.

Forum Tematik Bakohumas itu dihadiri oleh Kepala BP Humas Drs. Hatanto Reksodipetro, Karopenmas Mabes Polri Brigen Pol. Rikwanto, Asdep Humas dan Protokol Sekretariat Kabinet (Setkab) Alfurkon Setiawan, dan perwakilan humas dari kementerian/lembaga. (ES/AS)

Berita Terbaru