Minta K/L Koordinasi, Presiden Jokowi: Tahun 2016 Rakyat Papua Harus Bisa Rasakan Pembangunan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 27.603 Kali
Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Sekab Pramono Anung menjelang rapat terbatas tentang Papua, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12) sore

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Sekab Pramono Anung menjelang rapat terbatas tentang Papua, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12) sore (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan keinginannya, bahwa Pemerintah memberikan perhatian yang amat sangat kepada tanah Papua. “Pemerintah, negara harus hadir baik dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, kawasan industri, dan juga pembangunan pasar-pasar, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan maupun pelayanan sosial yang sangat diharapkan warga tanah Papua,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang Papua, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/12) sore.

Presiden menilai, dalam beberapa tahun ini, kementerian-kementerian bekerja sangat sektoral sekali, tidak terintegrasi, sehingga yang kelihatan di lapangan adalah berjalan sendiri- sendiri.  Oleh sebab itu, pada rapat terbatas itu, Presiden menegaskan agar kita memberikan perhatian, mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, terutama di perbatasan, juga jembatan.

Presiden Jokowi meminta agar  kita (jajaran pemerintah) bisa membuka keterisolasian  beberapa wilayah yang ada di Papua, seperti misalnya jalan dari Agas naik ke atas ke Wamena agar mulai dikerjakan oleh PU oleh TNI.

“Saya kira jalan-jalan seperti ini yang diperlukan di sana  sehingga nantinya barang-barang dan arus orang dari satu kabupaten ke kabupaten yang lain bisa lebih cepat.  Dan tentu saja akan mempengaruhi harga-harga yang ada di sana,” tutur Jokowi.

Menurut Presiden, Pemerintah ingin meletakkan pondasi yang kuat terhadap percepatan pembangunan di Papua, dan hal ini perlu sekali disangga oleh sebuah tata kelola pemerintahan daerah yang baik, dengan aparat yang akuntabel yang memberikan ruang-ruang partisipasi dari masyarakat untuk juga ikut berperan.

“Kita berharap agar semuanya yang kita bangun ini mendengar suara rakyat Papua.  Itu diajak bersama,  kita ajak bersama-sama membangun tanah Papua,” tegas Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta pada tahun 2016 ini, semua kementerian, TNI, Polri semuanya terintegrasi masuk ke Papua.

“Kita harapkan di tahun mendatang kelihatan, kelihatan barangnya, kelihatan wujudnya, kelihatan pelayanannya sehingga masyarakat di Papua merasakan kehadiran pemerintah di Papua,” pungkas Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (UN/FID/OJI/RAH/ES)

 

 

Berita Terbaru