Negara Lain Jual Lebih Murah, Presiden Jokowi Minta Harga Gas Bisa Ditekan 5-6 Dollar AS

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 4 Oktober 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 37.365 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas harga gas untuk industri, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/10) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin Rapat Terbatas membahas harga gas untuk industri, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/10) siang. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, harga gas bumi di Indonesia sangat tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang lain, terutama di ASEAN. Harga gas di Indonesia tertinggi mencapai 9,5 dolar AS/mmbtu. Itu pun masih ada juga yang harganya 11 dan 12 dolar AS/mmbtu. Sementara harga di Vietnam hanya 7 dolar AS, Malaysia 4 dolar AS, dan Singapura 4 dolar AS.

Padahal, lanjut Presiden, Indonesia mempunyai potensi cadangan migas, cadangan gas bumi yang cukup banyak, sangat banyak. Dan sebaliknya negara-negara tersebut baik Vietnam, Malaysia, Singapura ini dapat dikategorikan mengimpor gas bumi.

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar hal ini perlu segera dibenahi karena implikasinya sangat besar pada kemampuan daya saing industri di Indonesia terutama industri keramik, tekstil, petrokimia, pupuk, baja yang sangat banyak menggunakan gas. “Jangan sampai produk industri kita kalah bersaing hanya gara-gara masalah harga gas kita yang terlalu mahal,” kata Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai Kebijakan Penetapan Harga Gas Untuk Industri, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/10) siang.

Presiden meminta dilakukan langkah-langkah yang konkret agar harga gas kita lebih kompetitif. “Saya kemarin hitung-hitungan, hitung-hitungan, ketemunya saya kira antara 5 – 6 dolar AS/mmbtu nanti. Kalau enggak angkanya itu enggak usah dihitung saja. Syukur di bawah itu,” tegas Presiden.

Untuk itu, Presiden Jokowi memerintahkan dilakukannya penyederhanaan dan pemangkasan rantai pasok sehingga lebih efisien. Ia juga minta agar diperhatikan dan dijaga juga, dikalkulasi, ini terkait dengan iklim investasi di sektor gas bumi kita.

“Harga gas harus tetap menarik investor untuk investasi di sektor hulu serta mendukung pembangunan infrastruktur transmisi dan distribusi. Pertimbangkan pula aspek keberlanjutan di semua sisi, baik sisi investasi maupun sisi memperkuat daya saing industri kita,” tutur Presiden.

Rapat Terbatas itu dihadiri antara lain oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman/Plt Menteri ESDM Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FID/RAH/ES)

 

Berita Terbaru