Paling Banyak di Jatim, Presiden Jokowi: Tahun Ini, Pemerintah Bangun 300 Rumah Susun

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Januari 2019
Kategori: Berita
Dibaca: 11.521 Kali
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat meresmikan rusun mahasiswa STKIP dan IAIN, di Tulungagung, Jatim, Jumat (4/1) pagi. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat meresmikan rusun mahasiswa STKIP dan IAIN, di Tulungagung, Jatim, Jumat (4/1) pagi. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sampai tahun ini pemerintah telah membangun 300 rumah susun (Rusun). Dari jumlah tersebut, 45 di antaranya ada di Provinsi Jawa Timur.

“Paling banyak memang di Jawa Timur karena memang di sini rusun itu betul-betul dipakai dan sangat diperlukan, sangat dibutuhkan,” kata Presiden jokowi usai meresmikan rumah susun mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Tulungagung, di YPLP PGRI Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1) pagi.

Selain meresmikan rumah susun untuk mahasiswa, dalam kesempatan itu Presiden Jokowi secara simbolis juga meresmikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kecamatan Jepun dan Jembatan Ngujang II.

Sangat Bagus

Presiden Jokowi yang sempat meninjau ke dalam ruangan di Rusun STKIP Tulungagung menilai, fasilitas-fasilitas seperti itu memang diperlukan untuk mahasiswa. “Tadi saya masuk sudah ke ruang-ruangnya, saya kira kualitas pengerjaannya juga sangat bagus,” ujarnya.

Mengenai banyaknya rumah susun yang dibangun di Jawa Timur, Presiden Jokowi mengatakan, hal ini  terkait dengan budaya masyarakat untuk tinggal di rumah susun. Ia menyebutkan, ada masyarakat yang sudah siap dan ada yang belum. “Saya sampaikan tadi di Jawa Timur lebih siap,” terangnya.

Rusun mahasiswa IAIN terdiri dari 3 lantai dan 37 unit dengan kapasitas 144 mahasiswa, dikerjakan tahun 2018 dengan biaya Rp9,47 miliar. Sedangkan rusun mahasiswa STKIP PGRI terdiri dari 3 lantai dan 37 unit berkapasitas 144 mahasiswa, juga dikerjakan tahun 2018 dengan biaya Rp8,35 miliar. Adapun Rusun MBR Jepun terdiri dari 5 lantai dan 70 unit tipe 34 yang pengerjaannya di tahun 2017 dengan biaya Rp20,1 miliar.

Untuk Jembatan Ngujang II, membentang sepanjang 220 meter dengan lebar 9 meter, memiliki tipe rangka baja, pengerjaan tahun 2018. Jembatan ini merupakan bagian dari lingkar luar Tulungagung yang dibangun untuk mengatasi kemacetan pada jalan nasional yang melintasi kota Tulungagung. (UN//ES)

Berita Terbaru