Pamitan ke Kel. Pawitandirogo, SBY Minta Masyarakat Dukung Penuh Jokowi

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 9 September 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 81.813 Kali

pawitanSetelah selama 10 tahun memimpin bangsa Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, ia ingin kembali ke komunitas bangsa ini, dan melanjutkan bakti dengan cara-cara positif. Presiden meminta masyarakat agar mendukung penuh penggantinya nanti, Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokow) agar bisa mengemban tugas dengan baik.

“Saya berharap dukungan yang diberikan kepada saya marilah kita diberikan kepada pemimpin kita yang baru Pak Jokowi bersama pemerintahnya agar beliau juga bisa mengemban tugas dengan baik,” kata SBY saat menghadiri silaturahmi dengan Paguyuban Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta, Senin (8/9) malam.

SBY menegaskan, kita wajib membantu Presiden Terpilih, jangan justru diganggu. Ia mengingatkan, tidak diganggu saja pemimpin Indonesia di era baru ini tidak mudah, apalagi jika diganggu.

Dalam kesempatan itu SBY mengisahkan, beberapa waktu lalu ia ditanya oleh anggota paguyuban, apakah penggantinya nanti dari Keluarga Besar Pawitandirogo?

“Saya bilang sangat mungkin jika Allah menghendaki. Dan tenyata benar, Pak Jokowi Pawitandirogo hanya sebelah baratnya sedikit,” ujar SBY yang disambut tawa para hadiran.

Presiden terpilih Joko Widodo berasal dari Solo, Jawa Tengah, yang berbatasan dengan kota-kota asal paguyuban ini. Presiden SBY sendiri termasuk keluarga besar Paguyuban Pawitandirogo karena berasal dari Pacitan, Jawa Timur.

Adapun Jokowi, menurut SBY, kalau dari Magetan naik lalu turun ke Cemara Sewu kemudian ke Karanganyar sampailah ke Solo. “Jadi bolehlah dianggap tetap keluarga besar Pawitandirogo. Paling tidak Pawitandirogo plus,” kata SBY yang kembali mengundang tawa.

Silaturahmi ini dihadiri oleh keluarga besar warga asal kota-kota Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang mukim di kawasan Jabodetabek. Kesempatan ini merupakan terakhir kali SBY hadir dalam kapasitas sebagai Presiden RI. Oleh karena itu SBY juga menggunakan momen ini untuk pamit.

Minta Maaf

Pada kesempatan itu, Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono meminta maaf jika apa yang dilakukannya selama 10 tahun memimpin Indonesia masih ada yang kurang untuk rakyat.

“Saya selama 10 tahun mengabdi sungguh ingin berbuat yang terbaik demi bangsa dan negara kita. Alhamdulillah ada yang dapat saya capai, namun ada juga yang belum saya capai. Untuk itu saya ingin minta maaf, itulah kodrat saya,” kata Presiden SBY.

SBY pun meminta dimaklumi karena sebagai manusia biasa, ia memiliki keterbatasan. Ia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan rakyat selama menjadi Presiden.

“Perjalanan saya 10 tahun ini kadang anginnya begitu kencang, badai, panas. Sekali lagi dengan pertolongan Allah dan dukungan rakyat Indonesia masa-masa itu telah dilalui. Untuk itu dengan tulus saya dan istri mengucapkan terimakasih dan penghargaan sebesar-besarnya,” kata SBY.

Mengenai aktivitasnya berikutnya, SBY mengatakan, setelah mengemban tugas ia ingin kembali ke komunitas bangsa ini, tentu menjadi bagian Pawitandirogo. Ia juga ingin melanjutkan baktinya dengan cara-cara positif. Sebagai warga dunia juga, SBY juga akan berkontribusi.

Di akhir acara Presiden SBY dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono menerima wayang kulit Begawan Ciptohening Arjuna oleh Ketua Umum Paguyuban Pawitandirogo Purna Hadi sebagai tanda 10 tahun kepemimpinan dan ultah ke-65 tahun yang akan jatuh pada 9 September besok.

Tampak hadir dalam acara itu antara lain Menkopolhukam Djoko Suyanto selaku Dewan Pembina Paguyuban Pawitandirogo, Mendikbud M.Nuh, dan Mensesneg Sudi Silalah. (*/ES)

Berita Terbaru