Pangarmatim Terima Peserta Pelayaran Santri Bela Negara

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 24 November 2015
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.652 Kali

santri bela negaraPanglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto menerima ratusan peserta Pelayaran Santri Bela Negara dalam suatu upacara militer di Dermaga Madura, Ujung, Surabaya, Senin.

Sebanyak 777 santri yang tiba di Koarmatim menggunakan KRI Banda Aceh-593 itu disambut oleh Pangarmatim, Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saefulah Yusuf dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan serta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam Apel Akbar Santri Bela Negara di Makoarmatim.

“Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN), karena bertepatan dengan lahirnya Resolusi Jihad santri membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Pangarmatim.

Kepada ratusan santri peserta apel dengan komandan Letkol Laut (P) Edy Haryanto itu, Pangarmatim menyebutkan, para santri merupakan generasi muda harapan bangsa, karena itu para santri harus terus memelihara dan meneguhkan komitmennya terhadap perjuangan para pahlawan serta kecintaan pada Tanah Air.

” katPelayaran laut dengan KRI Banda Aceh-593 ini sebagai bagian dari upaya
memperkuat wawasan Nusantara, wawasan kemaritiman nasional dan
memperkuat perspektif tentang potensi kelautan Indonesia serta
pertahanan negara,”anya.

Menurut dia, TNI akan menjadi kekuatan yang luar biasa bila mendapat dukungan dari rakyat. TNI tidak ada apa-apanya tanpa dukungan rakyat. “Siapa rakyat yang yang dimaksud? Ya, kalian semua yang ada di ruangan ini,” katanya kepada sekitar 777 santri.

Setelah diterima Pangarmatim, para santri langsung menuju gedung Panti Armada Koarmatim dan mendapat pembekalan dari mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang berpesan seputar pentingnya para santri mengikuti perkembangan teknologi komunikasi, khususnya media massa.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf mengatakan Indonesia adalah negara yang subur dan makmur, karena itu untuk mencari makan, Indonesia tidak perlu menjajah negara lain.

“Indonesia juga kaya akan para syuhada, karena itu kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari negara lain,” kata Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul itu saat mengupas kehidupan berbangsa dan bernegara terkait Pancasila yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Pada kesempatan tersebut, Pangarmatim menyerahkan cenderamata berupa buku yang berjudul “Bentangkan Layar Terjang Ombak dan Badai” yang berisi kisah perjalanan keliling dunia Pangarmatim saat menjadi Komandan KRI Arsa dengan pangkat mayor, yang dijalaninya selama lebih dari satu tahun kepada mantan Menteri BUMN, Wagub Jatim dan beberapa orang perwakilan santri dan pendamping.(Ant/ES)

Nusantara Terbaru