Pasang Target Datangkan 20 Juta Turis, Inilah Strategi Rizal Ramli Di Sektor Pariwisata

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 28.419 Kali
Menko Kemaritiman Rizal Ramli memberikan keterangan pers seusai Sidang Kabinet Paripura, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8)

Menko Kemaritiman Rizal Ramli memberikan keterangan pers seusai Sidang Kabinet Paripura, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8)

Menko Kemaritiman Rizal Ramli yang mengkoordinasikan sektor pariwisata menargetkan tahun ini bisa mendatangkan 10 juta wisatawan, dan dalam 5 tahun ke depan bisa meningkatkan menjadi 20 juta wisatawan.

“Itu tinggi, tetapi kita mesti malu,  Malaysia saja 27 juta, Thailand lebih tinggi lagi. Devisa yang dihasilkan itu 10 miliar dolar. Kalau kita bisa tingkatkan dalam 5 tahun jadi dua kalinya, itu lebih dari 20 miliar dolar pendapatan devisanya ikut membantu memperkuat nilai tukar,” kata Rizal Ramli kepada wartawan seusai sidang kabinet paripurna, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8) sore.

Untuk mencapai target itu, menurut Menko Kemaritiman, kita harus bikin namanya kalau di Bali namanya Nusa Dua Tourism Authority.

Ia menyebutkan, ingin mengembangkan Danau Toba dan sekitarnya itu jadi Monaco-nya Asia, Monaco itu di Eropa cantik sekali di pinggir pantai, kita ingin mengembangkan Danau Toba, Kawasan Danau Toba.

“Harus ada Toba Tourism Authority supaya dia mengambil keputusan tidak usah konsultasi gubernur, nggak usah dirjen, dan macam-macam, atau bupati dan sebagainya,” jelas Rizal.

Yang kedua, pemerintah mesti investasi. Menurut Menko Kemaritiman, pemerintah mesti investasi di bidang  security, karena orang tidak akan mau datang ke lokasi wisata yang berbahaya, yang nggak nyaman, yang banyak kejahatannya.

“Jadi ini mesti kita amankan. Dan Pak Luhut sudah setuju tadi di lokasi wisata yang penting kita akan tingkatkan rasa kenyamanan dan security,” jelas Rizal.

Yang kedua, lanjut Rizal Ramli, kita mesti invest di infrastruktur, jalan kita bikin, air bersih kita bikin, kemudian water (air) bersih, drainage, dan ICT supaya internet system-nya termasuk paling baik.

Menko Kemaritiman mengaku beruntung karena Menteri Pariwasata itu bekas Dirut Telkom. “Saya bilang, “masa kita ke lokasi wisata, telepon saja susah?”. Dia bilang, “Pak Ramli kita beresin ini. Percuma saya bekas Dirut Telkom”,” ujarnya.

Setelah kita bangun semua fasilitas ini, menurut Menko Kemaritiman, ia akan meminta dua business group yang cukup besar untuk mulai membangun hotel di situ. Ia menyebutkan, 2 (dua) BUMN, ia undang asing, dan dilakukan tender.

“Yang mau masuk duluan dapat early bird discount, yang berikutnya akan lebih mahal sewanya dan sebagainya. Jadi walaupun pemerintah misalnya investasi di kawasan itu 250 juta dolar, kita berharap balik ke kita investasi di dalam real estate,” terang Rizal.

Menko Kemaritiman juga menegaskan, masyarakat dan rakyat di sekitarnya juga harus menikmati. Ia akan mengatur, jangan sampai seperti di lokasi wisata yang tradisional, satu dagang batik seluruhnya dagang batik, satu dagang sate semuanya dagang sate.

“Kita akan atur supaya misalnya tukang sate 10, 20 orang, tukang ‘apa’. Jadi ada variasi. Kita akan minta planner dan design arsitek yang bagus supaya seluruh wilayah itu, kawasannya itu diperbaiki supaya menjadi menarik dan indah,”papar Rizal.

Selain itu, menurut Menko Kemaritiman, promosinya juga akan diperbaiki supaya betul-betul mencapai segmen yang diinginkan. Ia menyebutkan, turis kita kebanyakan datang dari Cina, dari Singapura, dari Jepang. Karena itu, menurut Rizal, fokus promosi kita juga ke daerah-daerah yang ini.

Yang juga penting, menurut Menko Kemaritiman, harus ada brand-nya apa. Ada wilayah yang nggak ada brand-nya, selling point-nya. Ia menyebutkan, kalau Singapura kan sederhana, ‘business tourism’ – wisata tourisme, wisata shopping dan lain-lain.

 Itulah kenapa, lanjut Rizal, ia tadi ketemu dengan Gubernur Ahok, untuk fokus Jakarta ini menjadi wisata apa. Akhirnya disepakati, Jakarta akan fokus di dalam wisata bisnis, wisata marine (maritim).

“Kita akan kembangkan Kepulauan Seribu, kita akan bikin airport yang bisa ngeladenin lebih besar sedikit, kita akan bikin pelabuhan-pelabuhan sehingga kapal-kapal yatch bisa ada,” terang Rizal.

Tapi Menko Kemaritiman meminta juga, wisata itu kalau jorok tidak ada orang yang mau datang. Sampah-sampah di laut sekitar Pulau Seribu. “Tadi Pak Ahok setuju kita akan tertibkan. Yang buang sampah seenaknya sehingga laut Indonesia jadi sumber kebudayaan yang bagus,” pungkasnya.

(UN/DNK/ES)

 

Berita Terbaru