Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Istana Kepresidenan Gelar Upacara Harkitnas 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Mei 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 23.399 Kali
Petugas pembawa bendera pusaka Merah Putih, pada upcara Harkitnas 2016, di halaman parkir Kemensetneg, Jakarta, Jumat (20/5) pagi. (Foto: Rahmad/Humas)

Petugas pembawa bendera Merah Putih, pada upcara Harkitnas 2016, di halaman  Kemensetneg, Jakarta, Jumat (20/5) pagi. (Foto: Humas/Rahmat)

Para pegawai dan pejabat instansi-instansi di sekitar lingkungan Istana Kepresidenan, yaitu Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Sekretariat Kabinet, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kantor Staf Presiden, Dewan Pertimbangan Presiden, dan Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108 Tahun 2016 di halaman Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (20/5) pagi.

Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar yang menjadi Inspektur Upacara dalam acara tersebut, saat membacakan pidato tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara  menyampaikan, bahwa salah satu inspirasi berdirinya organisasi kebangsaan Budi Oetomo adalah sumber daya manusia terdidik yang memiliki rasa nasionalisme.

“Melalui perjuangan yang tak kenal lelah, Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaan sejak 17 Agustus 1945,” tutur Inspektur Upacara.

Indonesia, lanjut Oemar, harus dipelihara oleh seluruh warga negara untuk dijaga dengan berkomitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita juga menghadapi ketahanan bangsa secara kultural seperti pornografi yang akhir-akhir ini berkembang lewat teknologi informasi,” tambah Inspektur Upacara.

Potensi kerja sama dengan dunia internasional, menurut Inspektur Upacara, memiliki keuntungan maupun kerugian karena tidak ada lagi adanya batas wilayah.

“Antisipasi terhadap anasir ancaman terhadap konteks dunia perlu dilakukan agar semua hal tersebut dapat ditangani,” tambah Inspektur.

Persaingan, lanjut Oemar, adalah cara untuk menunjukkan kerja sama dan saling bahu-membahu untuk meningkatkan kompetensi di tingkat global. “Kini bukan saatnya lagi mengembangkan wacana namun kita harus membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa,” tutur Kepala Sekretariat Wakil Presiden RI itu.

Oemar juga menyampaikan bahwa Proklamator Ir Soekarno pernah menyampaikan bagaimana membangun karakter bangsa. “Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kepentingan semua,” tutur Oemar menirukan slogan Bung Karno.

Oemar mengingatkan, cita-cita selanjutnya adalah  menjadikan negara Indonesia yang makin kompetitif di lingkup global. (EN/ES)

Berita Terbaru