Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), 15 Januari 2020, di Dian Ballroom Raffles Hotel, Kuningan, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Januari 2020
Kategori: Sambutan
Dibaca: 167 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati pimpinan lembaga-lembaga negara yang hadir pada pagi hari ini: Ketua MPR RI, Pimpinan-pimpinan DPD RI.
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Yang saya hormati senior-senior HIPMI, mantan Ketua Umum yang tidak bisa saya sebut satu per satu. Yang hafal saya hanya satu, Bapak Sandiaga Uno. Hati-hati 2024. Tadi kan disampaikan oleh Pak Ketua Dewan Pembina, bahwa 2024 nanti kemungkinan, beliau yang menyampaikan, yang hadir di sini adalah kandidat, kandidat yang kemungkinan besar akan menggantikan saya. Dan saya meyakini itu, tapi saya tidak menyebutkan orangnya siapa. Hanya tadi yang baru saja berdiri tadi kira-kira.
Yang saya hormati Ketua Umum BPP HIPMI Adinda Mardani H. Maming beserta seluruh jajaran pengurus 2019-2022 yang tadi baru saja dilantik.
Yang saya hormati Ketua-ketua HIPMI ASEAN yang hadir.
Bapak, Ibu, tamu undangan yang berbahagia yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang tadi baru saja dilantik untuk HIPMI periode 2019-2022.

Yang kedua, perlu saya sampaikan mengenai keluhan-keluhan yang sering disampaikan kepada saya dari HIPMI sejak saya memangku sebagai presiden, yaitu yang berkaitan dengan kemitraan, baik itu kemitraan pengusaha-pengusaha muda dengan BUMN, maupun dengan investor. Sekarang sudah saya jawab, menterinya BUMN adalah dari keluarga besar HIPMI.

Saya sudah titip kepada Bang Erick Thohir, Pak Erick Thohir agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN itu semuanya dikerjakan oleh BUMN sendiri. Sebetulnya dari dulu sudah saya ingatkan itu tetapi sekarang mestinya akan lebih jelas karena yang memegang kementerian adalah dari keluarga besar HIPMI, yaitu Pak Erick Thohir.

Berikan porsi yang besar kepada pengusaha-pengusaha muda. Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada dikerjakan oleh anak-anak BUMN, anak-anak perusahaan BUMN, cucu-cucu BUMN. Kerjakan oleh swasta-swasta terutama dari pengusaha-pengusaha muda yang terhimpun di HIPMI. Karena di… seingat saya, setahun di BUMN itu ada Rp2.400 triliun yang bisa dikerjakan, Rp2.400 triliun. APBN kita hanya Rp2.200 (triliun), di BUMN itu Rp2.400 triliun. Dari angka itu mestinya kita bisa menumbuhkan yang muda-muda, pengusaha-pengusaha muda ini untuk naik kelas dari yang kecil menjadi menengah, dari yang menengah menjadi besar. Berikan peluang kepada mereka. Saya sudah titip, tanyakan nanti ke Pak Erick Thohir apakah titipan itu sudah saya berikan, perintahnya sudah saya berikan atau belum. Kalau ingin konfirmasi silakan tanyakan langsung. Rp2.400 triliun.

Kemudian yang kedua, beliau kan Menteri BUMN, dari HIPMI juga Ketua HIPMI yang ini juga sekarang menjadi Kepala BKPM. Ini adalah Menteri Badan Usaha Milik Swasta. Iya, karena memegang portofolio yang tidak kecil. Setahun paling tidak Adinda Bahlil ini memegang kurang lebih Rp800-900 triliun investasi. Saya sudah titip kepada beliau agar dikawinkan, agar dimitrakan investasi-investasi yang datang ke sini dengan pengusaha-pengusaha lokal, dengan pengusaha-pengusaha nasional kita. Jangan sampai mereka berjalan sendiri. Dan itu bisa dilakukan pada saat datang mereka minta izin untuk investasi di sektor-sektor yang ada di negara kita.

Saya sudah titip, investor layani dengan baik. Tadi sudah diceritakan, banyak sebetulnya investor sudah masuk ke kandang kita, sudah masuk ke negara kita, tapi kita tidak bisa menyelesaikan mereka sehingga mereka balik lagi. Sudah masuk. Bukan di depan pintu, sudah masuk di dalam kita. Seperti tadi yang disampaikan oleh Pak Bahlil, Rp780 triliun sudah di dalam, menyusul ini kurang lebih Rp2.200 (triliun) juga sudah di dalam. Bagaimana mengeksekusi ini? Karena kita enggak melayani. Layani. Dan sekarang sudah dimulai sejak kita lantik Pak Bahlil ini menjadi Kepala BKPM. Beliau ini setingkat menteri. Urusan… ini urusan kecil-kecil tapi kita tidak bisa menyelesaikan.

Sebagai contoh investor sudah masuk, urusan pembebasan tanah yang tinggal kecil saja tidak bisa terselesaikan, sehingga investasinya tidak bisa memulai usahanya, investornya. Kemarin diselesaikan, misalnya di Provinsi Banten, selesai, dua minggu selesai, diselesaikan oleh beliau. Karena saya tahu beliau ini orang lapangan. Meskipun ngancem-ngancem-nya pakai bawa nama-nama Presiden. Ini kalau ngancem Gubernur, ngancem Bupati, ngancem Wali Kota, ngancem Polda, Polres pasti, saya dengar, saya dengar, pakai nama saya, bawa-bawa nama saya. Enggak apa-apa tapi masalahnya selesai, buat saya enggak ada masalah, untuk kebaikan. Untuk kebaikan enggak ada masalah. Akhirnya selesai, rampung. Dua minggu selesaikan, rampung.

Di daerah menyampaikan kepada saya, “Pak, urusan pembebasan tanahnya sudah selesai.” Batin saya, “yang menyelesaikan bukan kamu, tapi beliau.” Urusan kayak gini banyak sekali yang tidak bisa kita eksekusi gara-gara kita hanya di atas, tidak masuk ke persoalan yang sesungguhnya, riil ada di depan kita.

Urusan izin juga sama. Hanya urusan izin, beliau langsung ke bawah. Gubernurnya langsung tanda tangan, izin selesai, tapi pakai nama saya. Enggak apa-apa. Pak Bahlil sudah ngomong ke saya, “Pak saya sering memakai nama Bapak.” Enggak apa-apa, asal untuk kebaikan enggak apa-apa.

Hal-hal seperti ini yang kita ini memang kacau. Investasi sudah di dalam tapi kita tidak bisa mengeksekusi gara-gara urusan pembebasan tanah, urusan perizinan yang tidak pernah kita layani. Izin di kementerian, izin di provinsi, izin di kabupaten, di kota.

Memang persoalan ini menjadi persoalan besar kita. Regulasi kita yang jumlahnya 42.000 tumpang tindih, yang ini akan kita selesaikan. Insyaallah minggu ini kita akan mengajukan omnibus law ke DPR. Ada 74 undang-undang yang langsung kita mintakan revisi agar semuanya bisa selesai. Kalau kita, kemarin kita hitung-hitung, kalau kita mengajukan satu per satu, revisi satu undang-undang ajukan, ajukan, 50 tahun enggak mungkin selesai, enggak akan selesai. Sehingga kita memang mengajukannya omnibus law, satu undang-undang menyelesaikan 74 undang-undang sebelumnya.

Inilah saya kira kalau nanti ini bisa diselesaikan dalam waktu yang cepat oleh DPR, ini akan menjadi sebuah lompatan dalam kita memberikan pelayanan kepada masyarakat, pelayanan kepada dunia usaha, pelayanan kepada UKM yang kita harapkan ini akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang signifikan kepada dunia usaha.

Yang kedua, sebetulnya tadi saya ingin menyampaikan mengenai perpindahan ibu kota.  Karena LED-nya enggak… Saya ingin sebenarnya menyetelkan video gambaran ibu kota kita di Kalimantan Timur itu seperti apa.

Tapi yang perlu ingin saya sampaikan adalah pindahnya ibu kota ini bukan pindah hanya pindah lokasi atau memindahkan gedung kementerian atau gedung istana. Bukan, bukan itu. Yang kita gagas ini adalah perpindahan nanti perpindahan mindset, perpindahan pola pikir, perpindahan pola kerja, perpindahan kultur kerja. Sehingga yang kita instal, yang pertama adalah menginstal sistem sehingga orang mengikuti sistem itu. Ini yang ingin kita kerjakan, bukan yang lain-lain.

Orang berpikir kita memindahkan lokasi, memindahkan kementerian, memindahkan gedungnya, bukan itu tapi kita ingin ada perpindahan kultur kerja, sistem kerja, pola pikir, itu yang ingin kita pindahkan. Sehingga di sana nanti seperti gambarnya, kita ingin membangun misalnya kayak transportasi. Di sana nanti transportasi umumnya/transportasi massalnya adalah autonomous. Mobil-mobil pribadi nanti juga akan autonomous vehicle, electric vehicle dan autonomous vehicle. Dan saya juga memiliki mimpi besar agar kita ini menjadi ibu kota pertama yang transportasi massalnya, transportasi pribadinya memakai electric vehicle dan autonomous vehicle, semuanya. Sistem ini yang ingin kita bangun sehingga semuanya efisien, semuanya murah. Tapi nanti di lain waktu akan saya sampaikan gambaran ke depannya seperti apa ibu kota yang ingin kita bangun ini.

Dan saya berharap dukungan penuh dari Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian keluarga besar HIPMI dalam rangka kita tadi, ada sebuah perpindahan transformasi ekonomi di negara kita menuju ke sebuah peradaban yang lebih baik.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Saya tutup.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru