Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta serta Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, 10 Oktober 2022  

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 10 Oktober 2022
Kategori: Keterangan Pers
Dibaca: 724 Kali

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya. Tadi baru saja saya melantik Bapak Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga Bapak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelantikan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Saya mengharapkan setelah pelantikan ini, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dapat segera bisa bekerja kembali. Yang paling penting, saya tadi titip kepada beliau untuk urusan yang berkaitan dengan harga pangan dan inflasi supaya menjadikan fokus perhatian. Saya rasa itu.

Wartawan
Ada PR khusus yang perlu Bapak soroti atau dipesankan kepada Sultan untuk lima tahun ke depan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, dua hal tadi, karena memang itu persoalan utama dan momok semua negara.

Wartawan
Pak, terkait dengan pelantikan Kepala LKPP, ada alasan khusus memilih Pak Hendrar?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, saya kan sudah kenal lama Pak Hendi [Hendrar Prihadi] sebagai Wali Kota Semarang dua periode. Saya mengikuti rekam jejaknya, track record-nya, juga kemampuan dan kapasitasnya dalam mengelola sebuah organisasi. Ya kita harapkan nanti di LKPP ini karena mengelola pengadaan barang dan jasa yang sampai ratusan triliun, dan nanti kalau daerah ikut masuk bisa menjadi ribuan triliun, ya yang paling penting sistemnya terus diperbaiki. Sehingga, ruang-ruang untuk utamanya dalam rangka pengadaan barang dan jasa itu betul-betul bisa dikelola dan dikendalikan. Saya rasa itu.

Wartawan
Ada alasan khusus enggak sih, Pak, menempatkan kader PDI Perjuangan? Sebelumnya Pak Azwar Anas, sekarang Pak Hendi, kader PDI Perjuangan di LKPP, ada alasan khusus enggak sih, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya tadi saya melihat kemampuan, integritas, rekam jejak. Itu yang saya lihat.

Wartawan
Ada target khusus enggak, Pak, yang diberikan untuk Pak Hendrar sendiri?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Menyelesaikan, utamanya produk-produk UMKM, supaya semakin banyak, semakin meningkat yang bisa masuk ke E-Katalog, baik di E-Katalog yang di pusat maupun E-Katalog lokal. Ini penting, sehingga gerakan Cinta Produk Dalam Negeri betul-betul nanti terimplementasikan dalam hal belanja pemerintah, BUMN, dan oleh daerah. Ya.

Wartawan
Kemarin ada pemilihan ini Pj Gubernur DKI, Pak Heru Budi Hartono. Kenapa akhirnya Bapak memilih Pak Heru, gitu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, sama. Saya juga kenal Pak Heru sudah lama sekali, sejak jadi Wali Kota di DKI, kemudian waktu memegang Badan Keuangan. Saya tahu betul rekam jejak, cara bekerja, kapasitas, kemampuan, saya tahu semuanya, dan komunikasinya sangat baik dengan siapapun. Sehingga kita harapkan nanti ada percepatan-percepatan, kemarin saya sudah sampaikan kepada Pak Heru, utamanya persoalan utama di DKI Jakarta: macet, banjir, harus ada progres perkembangan yang signifikan, dan yang ketiga, hal yang berkaitan dengan tata ruang. Iya, itu saja.

Wartawan
Pak, sedikit soal Batu Tulis, Pak? Yang kemarin, pertemuan kemarin di Batu Tulis, di Bogor, Pak? Pertemuan dengan Ibu Mega di Batu Tulis?

Tapi, Pak, sepertinya makin instens?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apa?

Wartawan
Kian intens, suara parpol kian intens, suara pendukung akan diarahkan ke mana?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Saya bertemu dengan ketua-ketua partai utamanya dalam rangka menjaga stabilitas politik karena situasi ekonomi global yang tidak jelas, yang tidak pasti, yang sulit ditebak, sulit diprediksi, sulit dihitung, sulit dikalkulasi. Sehingga stabilitas politik itu menjadi, stabilitas politik dan keamanan itu menjadi sangat penting sekali saat ini. Jangan sampai kita menjelang pemilu, padahal ada persoalan besar dalam ekonomi global terganggu ekonomi kita. Itu yang tidak kita kehendaki ya, sehingga saya intens berbicara dengan ketua-ketua partai untuk itu. Termasuk juga untuk 2024 lah, saya kira kita tidak bisa tutupi itu, ya.

Wartawan
Apa benar pertemuan kemarin untuk Bu Mega meminta Bapak mendukung Bu Puan, Bapak? Pertemuan kemarin katanya, bagian dari Bu Mega meminta untuk mendukung Bu Puan?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tanyakan Bu Mega. Wong kandidatnya belum diputuskan oleh PDIP kan, ya.

Wartawan
Terima kasih, Pak.

Keterangan Pers Terbaru