Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) Periode 2019-2024, 6 Februari 2020, di Hotel Aston Kartika Grogol, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Februari 2020
Kategori: Sambutan
Dibaca: 115 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak K.H. Ma’ruf Amin,
Yang saya hormati Ketua DPD RI Bapak La Nyalla Mattalitti,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju, hadir di sini Pak Mendagri, Pak Mensesneg,
Yang saya hormati Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra beserta seluruh Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Syuro Partai Bulan Bintang,
Yang saya hormati para Pimpinan dan Sekjen partai politik yang hadir atau yang mewakili,
Yang saya hormati seluruh jajaran DPP Partai Bulan Bintang yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya hari ini, seluruh DPD, DPC, dan seluruh Anggota Legislatif DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari Partai Bulan Bintang yang hadir, tadi sudah disampaikan ada 222 anggota legislatif DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Tanah Air,
Hadirin-Hadirat yang berbahagia.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun, selamat milad yang ke-64 untuk Bapak Ketua Umum PBB Prof. Yusril Ihza Mahendra. Sungguh saya kira bukan umur 64. Tadi saya sampaikan pada beliau, kalau kelihatan dekat itu semakin dekat, semakin kelihatan, ya tadi pikir saya 46 tahun. Saya baca-baca gini, “oh, 64.” Tapi yang benar adalah 46 tahun. Dan kita tahu semua Prof. Yusril itu bukan saja ahli di bidang hukum, bukan ahli hukum tetapi juga bukan hanya menteri, beliau pernah di Menteri Hukum dan HAM, dan juga Mensesneg tapi juga tokoh politik yang berperan besar dalam perjalanan politik negara kita Indonesia. Tadi sudah disampaikan di dalam layar, saya ingat itu tahun ‘98 atau ‘99 saat masih berusia 42 tahun, Prof. Yusril berperan besar dalam perjalanan politik negara kita Indonesia. Dan tentu saja, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Yusril dan PBB (Partai Bulan Bintang) yang telah banyak membantu kita selama ini, kita harapkan juga ke depan tetap dibantu. Sekali lagi, pada kesempatan yang baik ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Yang kedua, saya juga ingin mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus DPP Partai Bulan Bintang yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya tadi. Saya meyakini insyaallah Partai Bulan Bintang bersama Prof. Yusril Ihza Mahendra, PBB akan selalu solid, bersatu, semakin kuat, dan semakin besar ke depannya.

Bapak-Ibu, Hadirin-Hadirat yang berbahagia,
Kesolidan partai itu sangat penting, penting. Kalau tidak solid, ya energi akan habis untuk mengelola masalah-masalah yang ada di internal, tadi juga sudah dipesankan oleh beliau. Demikian juga dalam berbangsa dan bernegara. Kesolidan sebuah bangsa, persatuan sebuah bangsa itu juga sangat-sangat penting. Merajut ukhuwah, baik itu ukhuwah islamiah, ukhuwah wataniah, ukhuwah basyariah, penting dalam kita membangun sebuah persatuan di negara besar seperti negara kita Indonesia ini yang memiliki 714 suku yang berbeda-beda, yang beragam, dengan 1.100 lebih bahasa daerah yang beragam dan bermacam-macam dan juga berbeda-beda agama yang dimiliki oleh bangsa kita.

Dan dalam dunia yang semakin terglobalisasi, dunia yang saling terkoneksi dan terinteraksi, ukhuwah itu juga semakin penting, semakin utama. Semua bangsa sekarang ini merasakan, masalah di sebuah negara merembet ke negara lain. Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika, kita kena imbasnya, ada Brexit di Inggris padahal jauh sekali, kita juga kena imbasnya. Solusi pun juga harus dilakukan sekarang antarnegara tidak hanya satu negara, tidak bisa. Oleh karena itu, persaudaraan antarbangsa itu juga maha penting, apalagi persaudaraan antaranak bangsa, saudara sebangsa dan se-Tanah Air, itu sangat, sangat, sangat penting, dan juga persaudaraan di internal partai itu juga sangat-sangat penting.

Tadi sudah dicontohkan oleh Bapak Ketua Umum, mengenai virus korona yang sebetulnya melanda sebuah kota di Wuhan, di Provinsi Hubei, dengan begitu cepatnya bisa menyebar hampir ke semua negara karena memang interaksi, hubungan, konektivitas antarbangsa, antarnegara, itu sekarang begitu sangat cepatnya. Sehingga menyebarnya sebuah penyakit juga begitu sangat cepatnya. Tapi alhamdulillah sampai saat ini, negara kita, saya belum mendapatkan laporan bahwa warga kita yang berada di Tanah Air ini ada yang terjangkit virus korona, meskipun ada satu tetapi posisi warga negara kita ada di Singapura.

Oleh sebab itu, secara cepat juga kita putuskan sebuah kebijakan untuk menghentikan penerbangan dari dan ke Tiongkok, juga pelarangan sementara impor hewan hidup dari Tiongkok, serta juga kita mengatur ulang pemberian visa, penerbitan visa, karena apa pun, saya sampaikan kepentingan nasional adalah tetap yang nomor satu. Memang konsekuensinya tidak kecil karena kita tahu, kita juga ekspor ke Tiongkok itu juga besar sekali, turis yang dari sana ke sini juga tidak kecil. Seperti kita lihat sekarang di negara-negara dekat kita betul-betul sangat sepi sekali. Masih beruntung, alhamdulillah, kita ini tidak tergantung pada turis dari 1, 2, 3 negara. Turis kita ini berasal dari hampir seluruh negara. Sehingga kita harapkan ini tidak memengaruhi banyak pariwisata di Tanah Air. Tetapi dari sisi ekonomi memang tekanan itu begitu sangat terasa sekarang ini. Ekspor menurun, turis menurun, tapi moga-moga tidak berimbas kepada pertumbuhan ekonomi yang kita miliki.

Bapak-Ibu, Hadirin-Hadirat yang saya hormati,
Terakhir, saya ingin memberikan sebuah gambaran mengenai ibu kota baru. Negara lain, misalnya Amerika memiliki New York dan Washington, D.C. Australia juga memiliki Sydney dan Canberra. Kuala Lumpur juga memiliki Kuala Lumpur dan Putrajaya. Dan sejak, memang sejak zaman presiden yang pertama, Bung Karno memang sudah sebetulnya mendesain, ingin memindahkan ibu kota pemerintahan dari Jakarta ke… dulu ke Palangka Raya tapi proses ini selalu tidak segera diputuskan karena ada problem-problem di negara kita. Dan saat ini telah kita putuskan dan mungkin insyaallah dalam bulan ini juga, draf undang-undangnya juga akan kami sampaikan kepada DPR RI. Dan kita harapkan perpindahan ini, perlu saya sampaikan, bukan karena apa-apa, karena memang beban yang ada di Pulau Jawa ini terlalu sangat berat sekali, apalagi beban yang ada di DKI Jakarta ini juga sangat berat sekali.

Coba dibayangkan, kita memiliki 17.000 pulau, Indonesia, tetapi di Jawa saja yang tinggal di Jawa saja itu 54 persen penduduknya. Lima puluh empat persen penduduk Indonesia itu ada di Jawa, 149 juta (jiwa). Kemudian yang namanya GDP (gross domestic product) ekonomi, pergerakan ekonomi itu 58 persen itu ada di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta sehingga pemerataan ini akan sangat sulit kalau itu kita terus-teruskan. Oleh sebab itu, keputusan ini adalah memang kita ingin sebuah pemerataan yang baik, di seluruh pulau, di seluruh provinsi, di seluruh kabupaten/kota yang ada di Tanah Air kita. Sehingga nantinya, seperti tadi, kalau negara lain punya 2 magnet besar, kita juga ingin semuanya tidak bertumpu di Pulau Jawa tetapi ada juga pulau yang lain. Sehingga daya dukung di Pulau Jawa ini tidak terlalu terbebani.

Ini kira-kira gambaran ibu kota baru kita.

(Penayangan Video Nagara Rimba Nusa)

Ibu kota hijau, sangat hijau, green city. Akan banyak pejalan kaki dan orang bersepeda, sesedikit mungkin mobil, dan banyak menggunakan transportasi massal. Kita ingin menginstal sistem di ibu kota baru sehingga nantinya yang kita miliki adalah sebuah cara kerja baru, sistem baru yang berjalan, dan ya kita harapkan kerja kita lebih cepat dan tentu saja akan menjadi contoh bagi kota-kota yang lain yang ada di negara-negara di luar kita.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi, saya menyampaikan selamat kepada DPP Partai Bulan Bintang masa bakti 2019-2024. Tak lupa sekali lagi saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Prof. Yusril Ihza Mahendra.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru