Pelepasan Ekspor Motor Yamaha Tahun 2018, 3 Desember 2018, di PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Desember 2018
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.017 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Provinsi DKI Jakarta,
Yang saya hormati seluruh Forkominda yang hadir, Pak Pangdam, Pak Wakapolda,
Yang saya hormati Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor,
Yang saya hormati Board of Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing,
Yang saya hormati, yang saya banggakan para karyawan PT Yamaha,
Bapak-Ibu tamu undangan yang berbahagia.

Negara kita ini memiliki problem besar, yaitu impor lebih besar dari ekspor. Ini problem besar yang bertahun-tahun ingin kita atasi. Oleh sebab itu, saya sangat senang hadir di sini, di PT Yamaha, karena di 2014 produksi untuk ekspor saat itu 23.000 motor, sekarang 338.000 motor. Nilainya nanti ditanyakan ke Pak Yon (Dyonisius Beti, Executive Vice Director PT YIMM) saya enggak ngapalin nilainya, itu rahasia dari PT Yamaha.

Kemudian yang kedua, saya senang karena selain ekspornya sudah 338.000, dan nanti akan kita launching ekspor yang ke 1.500.000. Ini jumlah yang sangat besar sekali. Pertama ekspornya tinggi, yang kedua investasinya juga besar PT Yamaha, yang ketiga juga karena local content-nya mencapai 94-93 persen. Ini jumlah yang sangat besar. Kandungan lokalnya sangat tinggi. Investasi-investasi seperti inilah yang terus kita cari. Karena kalau untuk ekspor tapi bahan bakunya juga dari impor, ini yang juga sering menyebabkan yang namanya defisit neraca perdagangan.

Oleh sebab itu, saya sekali lagi, saya  sangat menghargainya upaya-upaya yang telah dilakukan oleh PT Yamaha. Kalau untuk pasar dalam negeri dan pasar luar, sudah 25 persen untuk ekspor, 75 persen untuk dalam negeri. Ya nanti lima tahun dibalik. Karena ini sudah menguasai 45 negara. Saya tadi bicara, tadi makan siang dengan seluruh karyawan di gedung sebelah. Saya tadi makan nasinya juga banyak, ada lauknya satai sama empal. Saya makan habis tuntas karena makannya senang. Makan itu kalau ramai senang banget. Saya biasanya makan berdua, bertiga, ini tadi ratusan jadi ya menambah nafsu makan. Saya itu biasanya makan itu sulit, enggak tahu di sini tadi habis.

Yang kedua, yang ingin juga saya sampaikan. Saat Asian Games yang ke-18 yang lalu saya naik Yamaha. Mereknya enggak hafal tapi saya tahu yang saya naiki Yamaha. Nanti mereknya tanya ke Pak Yon. Ada ndak gambarnya? Ada? Ada gambar? Oh, tidak bisa. Mau saya tunjukkan sebetulnya waktu saya meloncat pakai Yamaha, tapi itu stuntman bukan saya. Masa presiden disuruh meloncat begitu sendiri.

Dan sekali lagi, saya sangat mengapresiasi, sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh PT Yamaha. Saya ingin nanti mendengar rencana-rencana Yamaha Indonesia ke depan seperti apa. Target ekspor, kemudian negara-negara mana yang memerlukan penetrasi lebih besar lagi. Dan juga selain itu saya juga ingin mendengar lagi investasi yang mau ditanamkan berapa lagi, apa yang bisa dibantu dari Kementerian Perindustrian, apa yang bisa dibantu dari kementerian yang lain. Kemudian juga hambatan-hambatan apa yang ada dalam berinvestasi di negara kita. Karena saya enggak mau masih ada hambatan-hambatan. Misalnya urusan perizinan masih lama, ya sampaikan ke menteri, enggak mempan, sampaikan kepada saya.

Karena saya melihat bahwa Yamaha sudah menjadi kawan lama di dunia usaha di Indonesia. Sudah sejak 1974, artinya sudah 44 tahun. Seperti ini harus dihargai, harus diberikan apresiasi. Artinya saat itu umur saya baru 13 tahun, Yamaha sudah masuk Indonesia. Dan saya yakin Yamaha Indonesia akan lebih lama lagi meneruskan usahanya di Indonesia dengan perkembangan yang pesat.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Dan tadi terakhir yang disampaikan Pak Yon tadi saya juga senang. Yamaha, apa tadi? Saya enggak berani menyampaikan, tapi spirit-nya saya setuju.

Terima kasih.
Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru