Pelepasan Kontainer Ekspor Ke-250.000 PT Mayora Indah Tbk, 18 Februari 2019, di Pabrik PT Torabika Eka Semesta, Cikupa, Tangerang, Banten

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 Februari 2019
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.035 Kali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin,
wassalatu wassalamu ‘ala ashrifil anbiya i wal-mursalin,
Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin,
wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Pak Menteri Perindustrian, Pak Menteri Perdagangan, Kepala Staf Kepresidenan,
Yang saya hormati Bapak Gubernur Provinsi Banten, Pak Bupati Kabupaten Tangerang,
Yang saya hormati Direktur Utama PT Mayora beserta seluruh jajaran manajemen dan seluruh karyawan PT Mayora yang saya cintai, yang saya banggakan.

Sore hari ini, saya enggak tahu ya, senang banget gitu, masuk ke PT Mayora, tadi masuk ke pabrik kok senang gitu. Enggak mengerti sebabnya apa tapi senang gitu, karena melihat karyawan-karyawan yang bekerja begitu semangat, senyum semuanya. Benar, ini saya ngomong benar. Saya lihat begitu masuk tadi ke roasting area, masuk lagi ke packaging, ke packing, semuanya saya lihat cerah semuanya, cerah semuanya. Dan saya setuju, tadi yang disampaikan Pak Andre, bahwa produk-produk yang diproduksi PT Mayora ini adalah brand asli Indonesia, brand asli Indonesia yang menjajah hampir 100 lebih negara-negara lain. Menjajah dalam artian masuk ke pasarnya, bukan kita dimasuki tapi kita memasuki. Ini yang penting.

Negara kita sekarang ini ada dua yang akan menjadikan kita ekonominya sehat. Yang pertama, investasi harus banyak. Yang kedua, ekspornya harus gede. Hanya itu saja enggak ada yang lain. Kalau ini bisa dilakukan, ekonomi kita akan tumbuh dengan baik. Saya senang di sini ekspornya, tadi saya dibisiki Pak Andre, lebih dari 2.000 kontainer per bulan, 2.000 per bulan. Dan hari ini alhamdulillah akan diekspor yang ke 250.000 kontainer.

Saya ingin coba maju yang karyawan. Sebentar, sebentar, sebentar, saya pilih-pilih dulu. Ini kan saya lihat kan semangat semua, saya senang kalau gini-gini. Sebentar, sebentar, sebentar. Ya jangan begini bendera semua, enggak kelihatan orangnya. Sebentar. Ya boleh ini, ini, ini, yang agak di tengah itu. Ini tadi yang sudah… Ya, boleh. Ya, ya, ya. Iya, iya. Iya, iya, sini. Yang sebelah sana, yang laki-laki coba. Sebentar, yang laki-laki. Sebentar, ya boleh ini yang semangat ini tadi. Ya, sini. Sini, sini, sini.

Dikenalkan namanya.

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Nama saya Ela.

Presiden Republik Indonesia
Siapa?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Ela.

Presiden Republik Indonesia
Ela atau Elak?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Nama kepanjangannya Lailatul Andawiyah.

Presiden Republik Indonesia
Waduh. Lailatul?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Andawiyah.

Presiden Republik Indonesia
Panggilannya?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Ela.

Presiden Republik Indonesia
Ela. Oke.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Nama saya Alba. Alba.

Presiden Republik Indonesia
Alfa?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Alba. A-L-B-A.

Presiden Republik Indonesia
Alba.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Namanya bagus-bagus. Siapa? Alba…

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Ela.

Presiden Republik Indonesia
Ela. Ya, Ela sudah kerja di PT Mayora berapa tahun?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Hampir tiga tahun.

Presiden Republik Indonesia
Hampir tiga tahun. Di bagian apa?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Bagian Produksi Packing.

Presiden Republik Indonesia
Produksi Packing?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Produksi Packing itu apa itu? Ngerjain apa itu ya?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Packing kopinya.  Taruh di dalam karton.

Presiden Republik Indonesia
Bagaimana?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Packing kopi dalam karton.

Presiden Republik Indonesia
Packing kopi?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Dalam karton.

Presiden Republik Indonesia
Dalam karton?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Bagaimana itu artinya? Saya enggak begitu anu… Jadi…

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Jadi kopinya diproduksi…

Presiden Republik Indonesia
Kopinya diproduksi, ya tahu.

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Diproduksi pakai mesin.

Presiden Republik Indonesia
Kopinya diproduksi pakai mesin, saya sudah lihat. Ini lho yang bagian Ela itu yang mana?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Bagian di creamy latte, bagian kopi.

Presiden Republik Indonesia
Bagian apa?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Bagian Packing.

Presiden Republik Indonesia
Bagian Packing, nah begitu saja.

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Bagian Packing. Oke, sudah, Bagian Packing, Bagian Packing, Bagian Packing, oke. Apa yang senang di Bagian Packing?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Ya senang digaji.

Presiden Republik Indonesia
Ha…ha…ha… Ini yang benar, ini yang benar, ini yang benar. Kalau tidak digaji mana senang. Benar, benar, benar, benar, benar, benar. Ya, oke, benar, benar. Oke, sudah, betul. Tapi saya enggak ingin tanya gajinya berapa, enggak. Rahasia, oke enggak apa-apa.

Silakan kenalkan.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Nama saya Alba.

Presiden Republik Indonesia
Alba, sudah tahu tadi.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya.

Presiden Republik Indonesia
Kerjanya di bagian apa?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Saya Bagian Gudang Jadi, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Bagian?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Gudang Jadi.

Presiden Republik Indonesia
Bagian Gudang Jadi yang tadi tinggi-tinggi ditumpuk-tumpuk tadi ya?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya, benar.

Presiden Republik Indonesia
Iya. Apa senangnya kerja di gudang?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Senangnya di gudang itu Pak saya tentang pengiriman Pak, ekspor, lokal.

Presiden Republik Indonesia
Pengiriman. Pengiriman senangnya di mana? Ya kan tiap hari mengirim kan, senangnya bagaimana?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya, senangnya kita di sini tim, bareng-bareng semua. Itu kerjanya harus bareng-bareng.

Presiden Republik Indonesia
Ya semua mesti kerja bareng-bareng. Terus maksudnya bagaimana, kerja bareng-bareng bagaimana itu?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya kita di gudang itu kita kan pengiriman ekspor.

Presiden Republik Indonesia
Pengiriman ekspor.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Terus?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Terus kita tahu kita ekspor ke negara-negara mana saja begitu, kita tahu.

Presiden Republik Indonesia
Tahu? Jadi misalnya ada kontainer datang, jreg, ini mau dikirim ke Filipina, itu sudah tahu? Barangnya mana tahu?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya, itu kita harus sesuai SI dulu, Pak.

Presiden Republik Indonesia
SI itu apa ya?

Alba (Karyawan Mayora Group)
SI sama DO.

Presiden Republik Indonesia
SI itu apa?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Shipping Instruction.

Presiden Republik Indonesia
Oh. Ya, ya, benar, Shipping Instruction, ya.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya.

Presiden Republik Indonesia
Oke. Jadi sesuai dengan itu, terus?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya.

Presiden Republik Indonesia
Terus barang?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Terus kita lihat DO-nya dulu Pak.

Presiden Republik Indonesia
DO.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya, itu barangnya apa dulu, Pak.

Presiden Republik Indonesia
DO itu apa?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Delivery Order.

Presiden Republik Indonesia
Delivery Order, oke. DO-nya dilihat, oke, terus?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Terus baru kita melalui proses pemuatan, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Proses pemuatan.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Yang muatin siapa? Apa sendiri? Ndak?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ndak. Orang luar Pak.

Presiden Republik Indonesia
Orang luar yang memuat ke kontainer.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Oke.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Jadi di sini itu semua sama-sama membutuhkan, jadi kerja samanya lah Pak.

Presiden Republik Indonesia
Ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya, ya. Oke. Jadi?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya, sudah Pak. Jadi…

Presiden Republik Indonesia
Sudah?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Intinya itu saya bangga kerja di PT Torabika, khususnya di Mayora Group.

Presiden Republik Indonesia
Bangga?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Bangga Pak.

Presiden Republik Indonesia
Kenapa?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Kenapa bisa… Kenapa saya bangga, karena saya dapat gaji Pak tiap bulan.

Presiden Republik Indonesia
Ha…ha…ha… Ini tadi, dari tadi kok gaji. Ini mesti gajinya gede.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya, apalagi kalau ditambah lemburan Pak, aduh…

Presiden Republik Indonesia
Nah, senang, lebih senang lagi?

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Oke.  Sekarang mau minta apa dari saya? Sudah, saya tanya, mau minta apa dari saya? Tapi tidak boleh minta sepeda. Karena tidak boleh, menjelang pilpres tidak boleh bagi sepeda. Ya sudah, saya malah untunglah enggak boleh bagi sepeda.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Ya dikasih apa saja sama Bapak saya terima.

Presiden Republik Indonesia
Ini kok nrimo sekali. Oke, sudah. Ela mau apa dari saya? Nurut? Ikut?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Mau…

Presiden Republik Indonesia
Ikut-ikut saja kayak Alba tadi?

Lailatul Andawiyah (Karyawan Mayora Group)
Ya.

Presiden Republik Indonesia
Ya, ya sudah. Ini gampang-gampang banget. Suruh minta apa enggak minta, ya sudah. Terima kasih.

Alba (Karyawan Mayora Group)
Iya, Pak. Terima kasih, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Ya, sudah. Duduk dulu nanti saya panggil, saya beri nanti.

Bagaimana? Ya kan sudah dua, laki sama perempuan, kan sudah. Saya ingin satu yang petani. Petani coba yang dari Lampung. Lampung, mana Lampung? Sebentar. Begini, jadi… Sebentar, saya tunjuk, jangan maju dulu, sebentar. Saya tunjuk ini.

Jadi begini ya, saya, Pak Andre, sangat-sangat menghargai sekali kerja sama PT Mayora ini dengan petani-petani di seluruh tanah air. Tadi saya lihat ada yang dari Gowa, dari Jeneponto, dari Lampung, dari mana lagi? Makassar, ya. Dari daerah-daerah semuanya mengirimkan biji kopinya ke PT Mayora. Saya senang sekali. Dan coba tadi yang dari Lampung. Sebentar, ya Lampung boleh ke sini.

Iya, lewat sini. Nama?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Nama saya Harso Mulyadi dari Lampung, Kabupaten Tanggamus.

Presiden Republik Indonesia
Tanggamus, Lampung.

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Iya. Pak…

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Pak Harso.

Presiden Republik Indonesia
Pak Harso. Pak Harso punya kebun kopi berapa hektare?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Tiga hektare, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Tiga hektare. Satu hektare bisa produksi berapa ton per tahun?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Satu ton setengah.

Presiden Republik Indonesia
Satu ton setengah per tahun.

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Satu ton setengah. Per kilo dijual berapa ke PT Mayora?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
22, 20, bisa tergantung mutu dan…

Presiden Republik Indonesia
Oke, 20. Kalau 20 berarti Rp20.000?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya.

Presiden Republik Indonesia
Rp20.000 kali…

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Kali, kalau stabil bisa empat ton setengah, bisa empat ton.

Presiden Republik Indonesia
Berarti berapa itu? Setahun dapat duit berapa itu?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Antara Rp80-90 juta.

Presiden Republik Indonesia
Oh, kaya raya dong?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Amin, Pak. Itu kalau lagi stabil, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Itu kalau?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Lagi stabil.

Presiden Republik Indonesia
Kalau lagi stabil maksudnya bagaimana?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Buah kopinya lagi bagus.

Presiden Republik Indonesia
Oh, buah kopinya produksinya lagi bagus.

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Ya, mutunya bagus.

Presiden Republik Indonesia
Mutunya juga bagus.

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Bisa mencapai sekian…

Presiden Republik Indonesia
Masa enggak bisa sih dijaga kopi agar kualitasnya bagus terus? Begitu enggak bisa Pak Harso?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Enggak bisa, Pak. Kadang-kadang…

Presiden Republik Indonesia
Enggak bisa bagaimana sih?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Cuaca yang tidak mendukung.

Presiden Republik Indonesia
Cuaca apa itu?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Bisa kalau terlalu banyak hujan, buahnya enggak bagus Pak.

Presiden Republik Indonesia
Kalau kebanyakan hujan, buahnya enggak bagus?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Ya.

Presiden Republik Indonesia
Begitu. Ya. Terus mengirimnya ke sini pakai apa ke PT Mayora?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Kita melalui dari ketua kelompok.

Presiden Republik Indonesia
Diambil? Diambil atau…

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Ketua kelompok, bisa diambil Pak.

Presiden Republik Indonesia
Diambil?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Ya.

Presiden Republik Indonesia
Atau kirim truk begitu? Ndak ya?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Ya dikirim, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Dikirim. Dikirim pakai truk ke sini?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya Pak.

Presiden Republik Indonesia
Pak Harso juga ikut mengirim ke sini begitu?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Enggak Pak.

Presiden Republik Indonesia
Enggak. Lha terus bayarnya bagaimana kalau tidak ikut?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Kita dari petani ke penampung dulu, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Oh, petani ke penampung dulu, penampung kirim ke sini?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya. Iya, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Nanti duit dapatnya dari?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Dari penampung, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Penampung. Oh, oke. Ya kalau setahun dapat Rp80-90 juta saya juga mau jadi petani. Wong gede itu, bagaimana sih? Gede banget itu.

Apa yang mau disampaikan Pak Harso?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Untuk ke Bapak, kami mohon perhatiannya kepada petani kopi ini agar…

Presiden Republik Indonesia
Apa itu, perhatian itu apa?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Perhatiannya dalam arti harganya dijaga yang lebih bagus Pak, yang lebih mahal lagi Pak.

Presiden Republik Indonesia
Harganya, harganya dijaga?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Dijaga supaya lebih mahal lagi Pak, jangan ke bawah.

Presiden Republik Indonesia
Harga dijaga agar lebih mahal lagi?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya, Pak. Ataupun dinaikkan Pak.

Presiden Republik Indonesia
Dinaik… Lho yang bisa menaikkan kan PT Mayora, bukan pemerintah?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya juga ya Pak.

Presiden Republik Indonesia
Pemerintah itu, banyak sekali ya produk-produk yang pemerintah itu tidak bisa mempengaruhi. Contoh misalnya kelapa sawit. Karena apa? Itu produk internasional, produk global. Kalau pas harga turun ya turun, kita enggak bisa apa-apa. Kalau pas naik ya bisa naik. Karet juga seperti itu, kopi juga bisa seperti itu. Oleh sebab itu, yang paling penting, saya titip, menjaga kualitas agar stabil terus, sehingga kalau kualitas kita baik, menjualnya dengan harga yang lebih baik itu mudah, daripada kualitasnya kadang kita baik kadang enggak baik, kadang baik, kadang enggak, itu menjualnya juga akan merepotkan petani sendiri.

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Iya, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Sudah, itu saja?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Sudah, itu saja Pak.

Presiden Republik Indonesia
Cukup?

Harso Mulyadi (Petani Kopi dari Tanggamus, Lampung)
Cukup, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Ya, sudah. Terima kasih.

Tadi mana tadi Alba sama Ela tadi ke sini. Oh, ini gambarnya ini. Ya, karena saya tidak bisa memberi sepeda, saya beri foto saja. Foto waktu di sini tadi. Tapi yang mahal, ini lebih mahal dari sepeda, karena di albumnya ini ada tulisannya, ‘Istana Presiden Republik Indonesia’. Ini, sudah. Oke. Sebentar, punyamu belum jadi. Ini memang kerja cepat. Sekarang ini kalau tidak kerja cepat itu ditinggal kita sekarang. Baru di sini harus cepat jadi. Belum? Ya.

Baiklah Bapak-Ibu sekalian,
Sekali lagi saya sangat-sangat menghargai, sangat menghargai sekali apa yang telah dilakukan oleh PT Mayora, dan yang telah membina juga banyak petani sehingga produksi-produksi mereka bisa diambil/dibeli oleh PT Mayora. Dan juga saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-42 kepada keluarga besar Mayora Group.

Dan saya ingin menegaskan kembali bahwa pemerintah ingin dengan kecepatan tinggi meningkatkan ekspor, meningkatkan investasi seperti di awal tadi saya sampaikan. Dan saya minta kita semuanya bekerja sama, berkolaborasi antara perusahaan, antara swasta dengan pemerintah, sehingga apa yang tadi saya katakan, bahwa kunci keberhasilan ekonomi Indonesia adalah ekspor dan investasi, itu betul-betul bisa kita lakukan dengan baik untuk mewujudkan kemakmuran kita bersama.

Dan selamat untuk Mayora Group atas kinerja ekspornya.

Saya tutup.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru