Pembangkit Listrik Baru Terbarukan Menjadi Solusi Penyediaan Listrik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 31.223 Kali
Presiden Jokowi dan Menteri ESDM Sudirman Said saat meninjau PLTS Hybrid dan PLT Mikro Hidro (5/4). (Foto: BPMI/Rusman)

Presiden Jokowi dan Menteri ESDM Sudirman Said saat meninjau PLTS Hybrid di Maluku  (5/4). (Foto: BPMI/Rusman)

Pada acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, bertempat di Kabupaten Morotai, Selasa (5/4) petang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, infrastruktur yang diresmikan hari ini adalah bagian dari proyek-proyek infrastruktur energi yang telah dibangun pada tahun 2015, dengan total kapasitas mencapai 10,7 MW di 174 lokasi. Pada tahun 2016 ini, Kementerian ESDM membangun lagi PLT energi terbarukan di 131 lokasi dengan kapasitas mencapai 31 MW.

“Ini memang adalah jumlah yang tidak besar, namun manfaatnya bagi masyarakat di daerah pulau, terluar dan terisolasi adalah sangat besar,” kata Menteri ESDM.

Sesuai dengan komitmen sebelumnya, saat ini pemerintah sedang merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW). Sebanyak 25% dari target tersebut, atau sekitar 8.800 MW, diupayakan dari energi terbarukan.

“Energi terbarukan akan menjadi solusinya. Pendanaan program ini selama 5 tahun kedepan, akan berasal tidak hanya dari APBN namun juga dari BUMN seperti PLN, Pertamina dan LEN, serta pihak swasta dalam negeri,” ungkap Menteri ESDM.

Berikut delapan infrastuktur energi terbarukan yang diresmikan hari ini:

  1. PLTS Hybrid 350 KW di Desa Wawama, Kecamatan Morotai Selatan, Maluku Utara. PLTS ini akan mendukung PLT Diesel Daruba yang selama ini sudah melayani listrik untuk masyarakat di ibukota Kabupaten Pulau Morotai.
  2. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Adaut, Kecamatan Pulau Selaru, Provinsi Maluku. PLTS ini sangat membantu mendorong perekonomian masyarakat di Desa Adaut di Pulau Selaru, Maluku Tenggara Barat.
  3. PLTS Hybrid 250 KW di Desa Tutukembong, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. PLTS ini mendukung PLTD yang telah ada sehingga masyarakat terlayani 24 jam.
  4. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Bomaki, Kecamatan Pulau Tanimbar Selatan, Maluku. PLTS ini dibangun untuk memperkuat pasokan listrik PLTD yang telah ada.
  5. PLTS Terpusat 15 KW di Desa Kampung Harapan Jaya, Kecamatan Misool Selatan, Papua Barat. PLTS ini merupakan PLTS Terpusat Off-Grid yang mengalirkan listrik satu desa terpencil yang belum pernah terlayani listrik sebelumnya. PLTS ini dapat mengalirkan listrik ke 92 rumah.
  6. PLTMH  280 KW di Desa Temel, Kecamatan Ayamaru Jaya, Papua Barat. PLTMH ini dapat mengalirkan listrik 124 sambungan yang terdiri dari 114 rumah dan 8 fasilitas umum yaitu puskesmas pembantu, sekolah, gereja, kantor camat dan kantor desa. PLTMH ini menggunakan turbin buatan Indonesia.
  7. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Waropko, Kecamatan Waropko, Papua. PLTS yang dibangun di daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini bertujuan untuk mendukung PLTD yang dibangun PLN.
  8. PLTS Hybrid 100 KW di Desa Kampung Sota, Kecamatan Sota, Papua. PLTS ini juga dibangun di desa terdepan Indonesia dengan Papua Nugini. Bersama dengan PLTD yang dibangun oleh PLN, PLTS ini dapat mengalirkan listrik 24 jam kepada 358 rumah.

Seluruh infrastruktur energi baru terbarukan tersebut akan menghasilkan daya sebesar 1.295 kW. PLTS yang dibangun di atas semuanya menggunakan modul surya produksi dalam negeri.

(TKP/SLN)

Berita Terbaru