Pembangunan Bendungan Logung di Kudus Ditargetkan Selesai 2018

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Februari 2017
Kategori: Nusantara
Dibaca: 10.138 Kali
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Menkeu Sri Mulyani Indrawati meninjau lokasi pembangunan Bendungan Logung, di Kudus, Jateng, Jumat (17/2).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Menkeu Sri Mulyani Indrawati meninjau lokasi pembangunan Bendungan Logung, di Kudus, Jateng, Jumat (17/2).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Bendungan Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bisa selesai sesuai rencana yakni tahun 2018. Bendungan ini merupakan salah satu dari 65 bendungan yang dibangun untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam kunjungannya bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bendungan Logung mengatakan pembebasan lahan telah selesai dilakukan sehingga tinggal penyelesaian konstruksinya. Proses pembebasan lahan seluas 196 Ha didanai APBD Kabupaten Kudus, sementara APBN seluas 4,24 Ha.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus yang sangat kooperatif dalam proses pembebasan lahan. Saat ini progres konstruksinya 44,15 persen atau lebih besar dari rencana. Kami optimis bendungan dapat selesai tepat waktu,” kata Basuki, di lokasi Bendungan Logung, Kudus, Jumat (17/2).

Bendungan Logung diperhitungkan akan mampu menampung air sekitar 20,15 juta meter kubik yang diharapkan mampu menambah luasan sawah yang diairi dari semula 2.200 Ha menjadi seluas 5.355 Ha.

“Saat ini pun tengah berjalan secara paralel pembangunan irigasi di hilir waduk Logung, sehingga pada saatnya nanti dapat langsung mengairi sawah-sawah di Kabupaten Kudus,” ungkap Basuki.

Bendungan Logung juga direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk masyarakat dan industri sebesar 200 liter/detik bagi 130.909 jiwa yang tinggal di Kota Kudus dan sekitarnya, mengurangi banjir hingga 30%,  pariwisata dan pembangkit listrik mikro hidro sebesar 0.5 Megawatt.

Pembangunan bendungan dimulai tahun 2015 dengan kontrak tahun jamak yang ditandatangani bulan Desember 2014, dan ditargetkan selesai pada tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp 604 miliar.  Konstruksi dilakukan oleh PT. Wijaya Karya-PT. Nindya Karya, KSO yang ditetapkan sebagai pemenang setelah melalui proses lelang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasi atas kerjasama yang ditunjukkan antara Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kudus dalam pembebasan lahan sehingga turut mempercepat pembangunan bendungan tersebut.

“Kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten seperti ini perlu terus dilakukan sehingga mulai dari perencanaan, pendanaan hingga pelaksanaan dapat berjalan dengan baik,” kata Sri Mulyani.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Kudus Musthofa, Anggota Komisi V DPR Nusyirwan Soejono, Kepala BPJT Herry TZ, dan Kepala Pusat Bendungan I Made Sumiarsih. (BKP Kementerian PUPR/ES)

Nusantara Terbaru