Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021, 30 Juli 2021, di Halaman Depan Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Juli 2021
Kategori: Sambutan
Dibaca: 163 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Shalom,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri, Pak Dirut,
Bapak-Ibu sekalian penerima Banpres Produktif Usaha Mikro yang pada pagi hari ini hadir baik secara langsung maupun secara daring.

Saya tahu bahwa Bapak-Ibu semuanya sekarang ini pada kondisi yang tidak mudah. Benar? Sangat sulit. Benar? Tapi itu dirasakan oleh semuanya, tidak hanya Bapak-Ibu sekalian usaha mikro, tidak yang hanya usaha kecil, tidak hanya yang usaha sedang/menengah, juga usaha besar. Semuanya pada kondisi yang sangat-sangat tidak mudah, sangat sulit. Dan itu juga tidak hanya dirasakan oleh pengusaha-pengusaha di Indonesia saja, tetapi di seluruh dunia semuanya kondisinya sama.

Dulu di Januari, Februari, Maret, April, Mei kondisi dari COVID-19-nya, Korona-nya sudah mulai turun, turun, turun, turun. Ekonomi, kalau Korona turun ekonomi pasti naik, naik, naik, naik. Sudah kelihatan itu sebetulnya. Tetapi, tanpa terprediksi muncul yang namanya varian Delta, varian baru, jenis baru dari Korona muncul di India, kemudian muncul di seluruh negara di dunia, sehingga ekonomi global pun juga goncang. Kita juga sama, begitu virus [varian] Delta ini muncul juga langsung kasus positif menjadi naik secara drastis.

Dan, tidak ada jalan lain saat itu karena di Pulau Jawa dan di Pulau Bali kita lihat semua titik-titik semuanya merah, tidak ada yang kuning sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan, yaitu dengan PPKM Darurat. Karena tidak ada cara yang lain selain itu, karena melompat kasusnya. Dan alhamdulillah, sekarang paling tidak bisa kita rem. Meskipun turunnya pelan-pelan tapi bisa kita rem.

Saya tadi pagi juga sudah mengecek, di Wisma Atlet misalnya, yang dulu sudah hampir 90 persen, pagi tadi saya cek angka keterisian dari tempat tidur di angka 38 persen. Dulunya 90 persen, hampir penuh. Ini juga patut kita syukuri. Dan saya melihat angka-angka tadi di wilayah-wilayah di Pulau Jawa sudah mulai melandai turun pelan-pelan. Tetapi, yang di luar Jawa gantian, naik. Inilah memang varian Delta ini penularannya sangat cepat sekali.

Oleh sebab itu, Bapak-Ibu semuanya harus bekerja lebih keras lagi, tahan banting. Keadaan ini kita, saya ngomong apa adanya bukan menakut-nakuti, tapi kasus Virus Korona ini akan selesai kapan WHO pun juga belum bisa memprediksi. Sehingga, sekali lagi kita ini, selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa kita tangani tapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus dijalankan. Enggak bisa kita tutup, seperti negara lain lockdownLockdown itu artinya tutup total.

Kemarin yang namanya PPKM Darurat itu kan namanya semi lockdown. Itu masih semi saja saya sudah, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka. Saya kira Bapak-Ibu juga sama, mengalami hal yang sama. Lha kalau lockdown kita bisa bayangkan, dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai.

Oleh sebab itu, sekali lagi Bapak-Ibu semuanya harus bekerja lebih keras lagi dalam situasi seperti ini, bertahan dengan sekuat tenaga. Meskipun mungkin omzetnya turun sampai 75 persen, turun sampai separuh tetap harus kita jalani. Karena ini kita masih berproses menuju pada vaksinasi 70 persen yang kita harapkan nanti akhir tahun ini bisa kita selesaikan, insyaallah. Kalau sudah 70 persen itu, paling tidak daya tular dari virus ini menjadi agak terhambat kalau sudah tercapai yang namanya kekebalan komunal atau herd immunity.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selamat bekerja keras. Dan, kita semuanya berharap agar pandemi ini segera selesai. Jangan lupa terus memakai masker, habis kegiatan cuci tangan, jangan berkerumun, menjaga jarak. Ini penting sekali dalam rangka mencegah penularan lebih meningkat lagi.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini, jadi tadi belum saya sampaikan, tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres Produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi bukan hanya Bapak-Ibu semuanya, enggak. Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh Tanah Air dan mulai dibagikan pada hari ini. Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya.

Saya rasa itu.

Baca juga:
Presiden Jokowi Serahkan Banpres Produktif Usaha Mikro

Sambutan Terbaru